blank
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-18 LSM Hikdmat, sebuah lembaga sosial kemanusiaan yang kini semakin dikenal karena kiprahnya melayani masyarakat.

JEPARA (SUARABARU.ID) — Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan terasa di Omah Sawah Banjaran, tempat berlangsungnya peringatan  Hari Lahir (Harlah) ke-18 LSM Hikdmat, sebuah lembaga sosial kemanusiaan yang kini semakin dikenal karena kiprahnya melayani masyarakat.

Selama 18 tahun perjalanan pengabdiannya, LSM Hikdmat (Himpunan Komunitas Peduli Ummat) telah tumbuh menjadi gerakan sosial independen berbasis komunitas yang berfokus pada kemanusiaan, pendidikan, dan solidaritas sosial. Berpusat di Banjaran, Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Jawa Tengah, Hikdmat aktif dalam berbagai kegiatan seperti bedah rumah, Jumat Berbagi, Sunat masal, misi kemanusiaan, pencarian orang hilang, distribusi air bersih layak konsumsi dan sebagainya

Dalam sambutannya, Ketua LSM Hikdmat, Abdullah, menegaskan bahwa semangat kebersamaan adalah napas utama gerakan ini.“Kita usahakan berdiri bersama sampai usia memisahkan kita,” ujar Abdullah dengan penuh haru.

blank
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-18 LSM Hikdmat, ditandai dengan pemotongan tumpeng

Abdullah juga menjelaskan bahwa dalam usia ke-18 tahun ini, Hikdmat telah berevolusi menjadi lembaga yang semakin tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Selain dikenal melalui program-program sosial unggulan seperti Bedah Rumah dan Jumat Berbagi, kini Hikdmat memiliki divisi rescue yang siap membantu warga dalam keadaan darurat — termasuk mengantar masyarakat yang sakit ke puskesmas atau rumah sakit dengan cepat dan sigap.

Dengan tagline “Yang bukan saudara dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan” — kutipan dari Imam Ali — Abdullah menegaskan bahwa Hikdmat adalah wadah kebersamaan tanpa sekat.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Miqdad Turkan, selaku pembina Hikdmat, menyampaikan tausiyah inspiratif tentang makna berhikdmat kepada sesama sebagai bentuk ibadah yang agung.

“Allah akan senantiasa membantu hamba selama hamba tersebut membantu sesama,” ujar Ustaz Miqdad, mengutip sabda Rasulullah SAW.

Ustaz Miqdad menguraikan bahwa berhikdmat memiliki tiga makna mendalam yaitu sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, tanpa merasa cukup dalam berbuat baik,  tanda kemuliaan dan eksistensi diri, bahwa manusia bernilai ketika ia bermanfaat serta sebagai wujud pengabdian sosial, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling berguna bagi orang lain.

Selama hampir dua dekade, Hikdmat telah menunjukkan bahwa kerelawanan adalah kekuatan moral bangsa. Dalam berbagai bencana alam dan kondisi darurat, relawan LSM Hikdmat hadir sebagai garda kemanusiaan yang siap tanggap, cepat bertindak, dan tidak membeda-bedakan latar belakang masyarakat yang dibantu.

LSM Hikdmat kini bukan sekadar organisasi sosial, melainkan gerakan moral yang ikut membangun peradaban bangsa — menumbuhkan empati, memperkuat solidaritas sosial, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi Bangsa Indonesia. Gerakan ini berdiri atas dasar kasih sayang, solidaritas sosial, dan nilai kemanusiaan universal. Bagi para relawan Hikdmat, membantu sesama adalah jalan spiritual yang menyatukan bersama.

Hadepe – Cak Muh