blank
Tim PKM USM saat menggelar edukasi digital di Balai UMKM Srikandi Cipta Bahari, RW 15 Tambak Lorok, Semarang Utara, Rabu (15/10/2025). Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), menggelar edukasi digital tentang penggunaan bahan pengawet, pada produk makanan UMKM Srikandi Cipta Bahari Semarang. Kegiatan itu dilakukan di Balai UMKM Srikandi Cipta Bahari, RW 15 Tambak Lorok, Semarang Utara, Rabu (15/10/2025).

Tim PKM USM terdiri dari Ketua Dr Aria Hendrawan ST MKom, Prof Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih MP, Dr Mita Nurul Azkia STP MSc, Vensy Vydia SKom MKom.

Dalam keterangannya Aria mengatakan, UMKM di Kota Semarang didominasi sektor kuliner, dengan menghasilkan berbagai produk pangan. Baik itu makanan kering, seperti keripik, rempah kering, dan ikan asap, maupun makanan basah seperti bakso, nugget, dan olahan daging.

BACA JUGA: FH USM Gelar Seminar Nasional Hadirkan Tiga Narasumber Kompeten

Permasalahan utama yang dihadapi UMKM yakni, rendahnya literasi mengenai penggunaan bahan pengawet sesuai dosis aman, dan penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB).

Sebagian besar pelaku UMKM pun, masih menggunakan bahan pengawet kimia sintetis, tanpa memperhatikan ketentuan regulasi BPOM dan Codex Alimentarius. Sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, dan menurunkan mutu produk.

”Di sisi lain, praktik higienis dan keamanan pangan, belum sepenuhnya diterapkan. Sehingga menghambat peluang produk UMKM, untuk menembus pasar modern,” katanya.

BACA JUGA: Satgas PPK USM Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

Menurutnya, kegiatan PKM pada UMKM Srikandi Cipta Bahari melalui edukasi digital berbasis e-learning ini, fokusnya pada penggunaan bahan pengawet sesuai standar keamanan pangan dan penerapan CPPB.

Metode pelaksanaan kegiatan berupa survei kebutuhan, penyusunan modul digital, pengembangan platform google sites, pelatihan, pendampingan, evaluasi.

”Platform pembelajaran digital akan disusun dalam bentuk modul, video tutorial, dan panduan praktis, yang mudah diakses pelaku UMKM,” ujarnya.

Riyan