blank
Bona berfoto bersama taekwondoin Jateng yang merebut Emas, Malika Afifah, usai pengalungan medali. Foto: dok/ist

KUDUS (SUARABARU.ID)- Hari kedua penyelenggaraan event Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang dilaksanakan di GOR Kaliputu, Djarum Arena, Kudus, Senin (13/10/2025), tuan rumah Jawa Tengah hanya meraih 1 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu. Dengan hasil ini, total medali yang diraih Kontingen Jateng menjadi 3 emas, 8 perak, dan 7 perunggu.

Satu-satunya medali emas di hari kedua, datang dari cabang taekwondo atas nama Malika Afifah di kelas U-53 kg putri. Di partai final, Malika menumbangkan atlet DIY, Nur Kania dengan skor 2-0.

Pada cabang gulat, Jateng menambah 1 perak dan 1 perunggu, atas nama Fauza Juan Ramadan di kelas Grego 60 kg, dan Randika Novan Kurniawan kelas 87 kg Grego Putra. Sedangkan di cabang judo, Jateng menambah satu perunggu atas nama Dwike Hepto Januartika di kelas 52 kg putri.

BACA JUGA: Vini Vidi Vici, Malika Afifah Sabet Emas

Perolehan tiga medali emas ini, tak membuat kontingen Jateng patah semangat. Sebaliknya, optimisme masih menyala. Karena event ini masih akan berlangsung hingga 26 Oktober mendatang, dan Jateng masih akan menurunkan sejumlah atlet andalannya

Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana mengungkapkan, sebenarnya Jateng diuntungkan sebagai tuan rumah. Namun hasil lapangan tentu sangat ditentukan persiapan yang matang, salah satunya kesiapan atlet dan pelatda.

”Ini kan pertarungan kandang, dan secara geografis menguntungkan kita. Tapi prestasi bisa sangat ditentukan melalui proses yang bagus. Pada satu sisi, kami menganggap PON Beladiri di Kudus penuh kejutan, karena serba mendadak. Meskipun demikian, kami optimistis karena baru empat cabor, dan masih ada enam cabor yang belum bertanding,” kata Bona, saat ditemui di Djarum Arena, Senin (13/10/2025).

BACA JUGA: Kalah Spekulasi, Juan Hanya Raih Perak di Cabor Gulat

Dia juga mengakui, pihaknya tak memasang target khusus seperti saat PON di Aceh-Sumut 2024. Pihaknya lebih banyak memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda, untuk bertanding dan memberikan pengalaman. Harapannya, ada proses regenerasi yang berjalan.

”Saya sangat mengapresiasi dan memuji perjuangan atlet-atlet Jateng, yang berlaga di PON Beladiri. Di tengah persiapan yang mepet, namun di sejumlah nomor masih mampu bersaing dan bahkan menyumbangkan medali emas,” ungkapnya.

Di bagian lain, Wakil Ketua Umum II KONI, Soedjatmiko menambahkan, pihaknya memang tak memasang target khusus dalam PON Beladiri ini. Yang penting, memberikan pengalaman bertanding kepada atlet-atlet muda menuju PON 2028.

Riyan