KUDUS (SUARABARU.ID) – Wakil Ketua Umum KONI Pusat sekaligus Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PON Bela Diri Kudus 2025, Suwarno, menyebutkan bahwa hingga hari kedua pelaksanaan, sudah 19 nomor pertandingan dari dua cabang olahraga (cabor), yakni Taekwondo dan Judo, yang resmi digelar di Djarum Arena Kaliputu, Kudus.
Menurutnya, dari hasil evaluasi sementara, baru lima provinsi berhasil meraih medali emas, sedangkan sebanyak 18 provinsi sudah mengantongi medali dari berbagai nomor yang dipertandingkan.
“Dari yang kami lihat, kondisi di daerah cukup menantang karena pemerintah pusat tengah melakukan efisiensi anggaran. Hal ini tentu berpengaruh terhadap alokasi dana untuk KONI di masing-masing provinsi,” ujar Suwarno, Minggu (12/10/2025).
Meski demikian, ia mengapresiasi semangat dan dukungan seluruh kontingen yang hadir. Semua provinsi, kecuali KONI Papua Pegunungan, berhasil mengirimkan atletnya untuk berlaga di ajang ini.
“Alhamdulillah, semua kontingen tetap memberi dukungan penuh. Ada KONI provinsi yang tidak bisa memberi dukungan dana secara langsung, tetapi dibantu oleh Pengprov cabor masing-masing. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi,” tambahnya.
Suwarno juga memberikan apresiasi khusus kepada Djarum Foundation yang dinilai telah memberikan dukungan luar biasa dalam penyelenggaraan ajang nasional ini.
“Kudus, melalui Djarum Foundation, menunjukkan kapasitas luar biasa sebagai tuan rumah. Pelaksanaan berjalan lancar dan para atlet tampil penuh semangat,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, PON Bela Diri 2025 juga berperan sebagai wadah evaluasi dan penataan kekuatan atlet nasional. Saat ini KONI Pusat tengah mempersiapkan pelatnas (pemusatan latihan nasional), dan banyak atlet pelatnas yang turut bertanding di ajang ini.
“Seperti cabang Judo, PON Bela Diri ini bisa menambah poin yang akan dihitung sebagai bagian kualifikasi menuju PON XXII 2028 di NTB–NTT. Jadi, ajang ini sangat penting bagi persaingan atlet dan peta kekuatan olahraga bela diri nasional,” jelas Suwarno.
Ia menambahkan, ke depan KONI Pusat berencana menggelar berbagai format ajang tematik seperti PON Bela Diri dan PON Pantai sebagai bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan.
“PON Bela Diri ini adalah salah satu solusi agar pembinaan atlet bisa terus berkesinambungan. Kami juga tengah menyiapkan ajang-ajang lain seperti PON Pantai untuk memperluas jangkauan pembinaan olahraga daerah,” tuturnya.
Dengan semangat itu, Suwarno optimistis, ajang PON Bela Diri Kudus akan menjadi pondasi penting dalam menyiapkan atlet menuju Olimpiade ke-32 dan SEA Games mendatang, sekaligus memperkuat prestasi olahraga nasional.
Lebih lanjut, kata Suwarno, Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga proyek percontohan menuju model penyelenggaraan event olahraga yang lebih tematik, efisien, dan terarah.
Menurut Suwarno, ke depan KONI akan memisahkan fokus antara PON utama dan PON tematik. PON reguler empat tahunan akan menitikberatkan pada cabang olahraga olimpic, sedangkan event seperti PON Bela Diri akan menjadi wadah pembinaan bagi cabang non-olimpik agar tetap memiliki ruang untuk berkembang.
“Kalau penyelenggaraan PON Bela Diri pertama ini berjalan lancar, kami berharap bisa digelar dua tahun sekali. Kudus juga berpeluang menjadi tuan rumah tetap,” ujar Suwarno.
Ali Bustomi













