blank
Narasumber Tokoh Literasi dan Public Speaking Eniek Yuniarti. bersama peserta Idaroh Literasi di Bulan Bahasa telah diselenggarakan oleh Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) di Pendopo Museum R.A. Kartini Jepara pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025. Foto: Dok FTBM

JEPARA (SUARABARU.ID)– Idaroh Literasi di Bulan Bahasa telah diselenggarakan oleh Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) di Pendopo Museum R.A. Kartini Jepara pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025. Acara tersebut menghadirkan Narasumber Tokoh Literasi dan Public Speaking Eniek Yuniarti, M.Pd., CT.

Istri Dandim  0719 Jepara Letkol Armed Khoirul Cahyadi yang akrab disapa Kak Enock ini, memberikan inspirasi, motivasi dan kiat menumbuhkan minat baca di tengah-tengah Masyarakat.

Bertema “Membincangkan Cerita Tutur dan Ingatan Kolektif Masyarakat Jepara”,  acara yang pandu  oleh Den Hasan, Pendongeng dan Founder Rumah Belajar Ilalang ini juga menghadirkan Kabid Kebudayaan M. Ajib Gufron, Kepala Museum Lia Supardianik, beserta para peserta yang terdiri dari perwakilan TBM di Jepara.

blank
Kak Enock saat memberikan motivasi kepada para pengelola Taman Baca Masyarakat . Foto: FTBM

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Museum, dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai pentingnya kesadaran literasi untuk anak muda dan usia sekolah, terutama pelestarian cerita tutur yang ada di tengah masyarakat sehingga generasi mendatang tidak tercabut dari akar budayanya.

“Memang harus ditekankan pentingnya pencatatan budaya tutur atau folklore sehingga terjaga dari alur cerita maupun pesan amanat yang disampaikan,” terang Lia.

Hal yang juga diaminkan  oleh Enock, Panelis sekaligus Bintang Literasi dalam forum ini, “bagi saya literasi memang harus mengikuti jaman, dimana harapan kita pastinya adalah minat berliterasi yang semakin baik pada generasi setelah kita, para anak muda dan anak usia sekolah. Sehingga memang dibutuhkan yang namanya pencatatan tentunya dengan Bahasa yang fleksibel dan mengikuti jaman,” tuturnya

Enock juga menyampaikan bahwa literasi yang baik harus tetap mengikuti perkembangan informasi dan komunikasi masa kini. Ia juga berpesan agar para pengelola  TBM tetap semangat dalam mengelola taman baca yang mereka kelola  dan perjuangkan untuk mencerdaskan masyarakat. “Tidak mudah menumbuhkan minat baca di tengah-tengah masyarakat. Karena itu diperlukan semangat juang, kreatifitas dan inovasi,” tuturnya

Pada sesi tanya jawab diantara peserta dan panelis yang membahas berkaitan upaya pelestarian cerita tutur untuk menjadi dokumen yang bisa diakses lebih mudah, yaitu buku. Serta bagaimana usaha museum dan masyarakat (perwakilan TBM) untuk bisa bersinergi mewujudkannya.

Pada akhir  acara di tutup dengan statement penutup dari Ali Burhan selaku Ketua Forum TBM Jepara, bahwa memang pergerakan konsisten dan sedang dikonsentrasikan oleh teman-teman TBM adalah berkaitan dengan Ruang Ramah Anak dan Literasi. Serta bagaimana karya penulis lokal bisa lebih banyak muncul di masyarakat dan dibeli serta dibaca oleh masyarakat.

“Maka mari kompak bersama bergerak masif dalam literasi dan menjadikan Jepara menjadi jauh lebih luar biasa,” pungkas Burhan.

Septiana Wibowo