SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kejurnas Tenis Junior Tugu Muda Cup 2025, resmi dibuka Sekda Jawa Tengah, Sumarno, di Lapangan Tenis Tri Lomba Juang, Semarang, Senin (13/10/2025). Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon, dilanjutkan dengan pertandingan tenis eksibisi.
Hadir dalam acara pembukaan, Wakil Ketua PP Pelti Anton Sukartono Suprapto, Wakil Ketua KONI Jateng Sudjatmiko, Ketua Pelti Jateng Samarinda, serta Ketua Panitia Kejurnas Tenis Junior Tugu Muda Cup Prof Dr H Masrukhi MPd, dan sejumlah tamu undangan.
Dalam keterangannya, Masrukhi mengatakan, kejurnas ini merupakan salah satu turnamen legendaris di Indonesia, yang pertama kali digelar pada 1987 silam. Namun empat tahun terakhir sempat vakum. Kini, Pelti Jateng bersama Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), kembali menggelar kejuaraan tenis untuk usia di bawah 18 tahun ini.
BACA JUGA: Posyandu Alfamart dan Cussons Baby Hadir di 34 Kota, Jangkau Ribuan Ibu dan Anak
Sejumlah 298 peserta, ikut andil meramaikan kejurnas ini. Mereka bertanding di sejumlah kelompok umur, yakni KU8 sebanyak 36 peserta, KU 10 (59), KU12 (56), KU14 (61), KU16 (49) dan KU18 (37).
Para peserta itu di antaranya berasal dari Riau, Sumsel, Kepri, Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB, Kalteng, Kalsel, dan Sulsel.
”Peserta Kejurnas Tenis Junior Tugu Muda Cup 2025 ada sebanyak 298. Mereka merupakan pemain yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia, yang diharapkan akan terjadi persaingan yang seru,” ujar Masrukhi.
BACA JUGA: Sanggar Greget Hadirkan Dua Figur Perempuan Khas Semarangan di Indonesia Menari 2025
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Pusat Pelti, Anton Sukartono Suprapto menyatakan, ajang ini bukan sekadar pertandingan, melainkan wadah pembibitan atlet muda untuk melahirkan generasi baru petenis Indonesia, yang berani bermimpi menembus panggung dunia.
”Event ini sebenarnya lebih ke anak-anak, mulai usia 8 tahun sampai 18 tahun. Tujuannya, pembibitan atlet, bukan hanya untuk Jateng, tapi juga Nasional. Kita buka untuk seluruh Indonesia,” ujar Anton seusai pembukaan.
Disampaikan juga, Tugu Muda Cup 2025 merupakan bagian dari upaya mengembalikan kejayaan tenis Indonesia, yang pernah berjaya lewat legenda seperti Yayuk Basuki.
BACA JUGA: Tak Kuat Menanjak, Truk Terguling di Jalur Ekstrem Gunung Tunggangan
”Kalau dulu orang bicara tenis, pasti ingat Yayuk Basuki yang sampai ke Wimbledon. Nah, harapan kita, bibit-bibit kecil inilah yang akan meneruskan. Harus dimulai dari mereka,” ujar Anton, yang kemudian menyerahkan dukungan dana sebesar Rp 50 juta, untuk kelancaran penyelenggaraan dan pembinaan atlet muda.
Sementara itu, Sekda Jateng, Sumarno menegaskan, komitmen Pemprov untuk menghidupkan kembali tradisi kejuaraan tenis di daerah. Dia mengenang masa kejayaan turnamen tingkat senior itu pada era 1990-an, seperti Piala Bumi Muda, yang sempat menjadi kebanggaan Jateng.
”Dulu pernah ada untuk tingkat senior, tapi berhenti. Sekarang kita mulai lagi dari junior. Kalau antusiasnya tinggi, nanti kita kembangkan lagi, bahkan bisa dikembalikan ke level senior,” imbuh dia.
BACA JUGA: Penyelenggaraan Haji 2026 Optimistis Lebih Baik
Sedangkan Ketua Umum Pelti Jateng, Samarinda, mengaku lega sekaligus bangga, bisa menghadirkan kembali turnamen yang sempat berhenti sebelum pandemi.
”Dulu Tugu Muda Cup jadi ikon tenis anak-anak di Semarang. Kini, kami ingin menghidupkan lagi semangat itu. Ini momentum kebangkitan tenis di Jawa Tengah,” tegasnya.
Dalam rangkaian acara pembukaan, ditandai dengan partai eksibisi antara pasangan Sekda Jateng Sumarno-Rektor Unimus Masrukhi, melawan Wakil Ketua PP Pelti Anton Sukartono Suprapto-Sekretaris Pengprov Pelti Jateng Ricko Irawan.
Untuk partai final Kejurnas Tenis Yunior piala Tugu Muda 2025 akan digelar di Jatidiri Semarang pada Sabtu–Minggu, ( 18–19 / 10/ 2025.)
Sigit Pr/Riyan













