SALATIGA (SUARABARU.ID) – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meneguhkan perannya sebagai Entrepreneurship Research University dengan menghadirkan ruang temu bagi para akademisi dan peneliti lintas kampus, disiplin ilmu, serta lintas wilayah melalui “Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2025”.
Tampak puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia antusias mengikuti lomba “Inovatalk” yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan GIHN 2025 di Balairung Universitas dan ruang Probowinoto, belum lama ini.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan (WR RIK), Profesor Eko Sediyono menyampaikan, kegiatan Inovatalk ini merupakan kompetisi karya inovasi hasil penelitian serta ajang diseminasi bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ia menyampaikan, tahun ini, Inovatalk diikuti 61 tim dari 16 perguruan tinggi yang tersebar di 6 provinsi di Indonesia. Terdapat dua kategori yang dilombakan dalam Inovatalk tahun ini yaitu kategori Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Sosial Humaniora.
“Persaingan berlangsung sangat ketat karena setiap tim menghadirkan ide dan solusi yang unik serta berdampak. Harapannya untuk tahun depan kegiatan ini akan diperluas lagi, tidak hanya inovasi saja, tapi juga pengabdian masyarakat, supaya bisa mengukur dampak hasil-hasil riset yang telah dilakukan oleh para dosen, terutama dari UKSW,” kata Profesor Eko.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Forum Komunikasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Jawa Tengah (Forkom LPPM Jawa Tengah). Wakil Ketua Forkom LPPM Jawa Tengah Dr. Agus Wibowo, S.H., M.Si., memberikan apresiasi positifnya atas terselenggaranya kompetisi inovasi ini.
“Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan komitmen tinggi terhadap kemajuan masyarakat. Saya berharap melalui kegiatan ini, jejaring antar perguruan tinggi semakin kuat, inovasi terus tumbuh, serta berdampak,” ungkap Dr. Agus.
Memberikan Dampak
Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, terdapat 10 tim dari masing-masing kategori mempresentasikan karya inovasi hasil riset mereka di hadapan dewan juri. Adapun dewan juri dalam kompetisi ini melibatkan dosen, praktisi industri, dan perwakilan lembaga riset.
Semangat kompetitif kental terasa ketika setiap tim memaparkan hasil penelitian mereka dalam bentuk produk maupun prototype pada saat sesi tanya jawab bersama para dewan juri. Dari proses ini, ditetapkan sejumlah tim terbaik sebagai pemenang yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tak ketinggalan, para peserta lomba juga menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Salah satunya, Dr. Yohanes Martono, S.Si., yang berhasil membuat inovasi bernama “Pil Teamori” sebagai obat alami untuk mengatasi diabetes. Ia menyampaikan bahwa Inovatalk mewadahi mahasiswa serta dosen untuk menyalurkan inovasi dan mendorong proses hilirisasi. “Saya berharap kegiatan ini menjadi ajang penciri UKSW. Di mana setiap inovasi yang dihasilkan mampu memperkuat dan memperluas dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.













