BANJARNEGARA (SUARABARU.ID)-Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU-IPPNU Jawa Tengah, selama 3 hari, mulai Jumat (10/10) hingga Minggu (12/10/2025), menggelar Pendidikan dan Latihan Madya (Diklatmad) Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) di Desa Bakal Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara.
Ketua PW IPNU Jateng M Irfan Khamid menekankan pembentukan kepribadian kader melalui Diklatmad CBP-KPP sebagai patriot pembangunan berkarakter santri. Kader IPNU-IPPNU harus bisa menjadi kader penggerak pembangunan di daerah masing-masing.
“PW IPNU-IPPNU Jateng menilai pentingnya pembentukan karakter dan kepribadian kader yang berintegritas serta memiliki jiwa pengabdian kepada bangsa,” katanya, dalam Diklatmad CBP dan KPP bertema “Gema Sang Patriot Pembangunan,” itu.
Menurutnya, pembentukan pribadi kader tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik atau kedisiplinan semata, tetapi juga mencakup moralitas, wawasan kebangsaan, dan akhlak yang mencerminkan jati diri pelajar dan santri.
“Pembentukan kepribadian kader ini bukan bertujuan untuk meniru kedisiplinan militer, melainkan agar santri dan pelajar mampu menaati nilai perjuangan serta cita-cita besar bangsa Indonesia,” ujar Irfan.
Kegiatan pembinaan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diharapkan mampu mencetak generasi pelajar yang kuat, tangguh dan siap memberikan kontribusi nyata.
Dia juga menekankan bahwa semangat kader CBP–KPP harus diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam lingkup, organisasi, maupun sosial kemasyarakatan.
“Saya berharap kader CBP dan KPP yang dibina dalam kegiatan ini mampu menjadi pribadi yang membawa semangat perjuangan, baik semangat persahabatan maupun semangat ke-NU-an,” lanjutnya.
Irfan juga mengingatkan bahwa saat ini santri berada dalam sorotan publik, terutama di era digital. Oleh karena itu, ia menegaskan agar para pelajar mampu mengendalikan diri dan menjaga etika, baik di dunia nyata maupun di ruang media sosial.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga diisi dengan sejumlah agenda sosial, seperti penanaman pohon, gerakan cinta lingkungan dan penyediaan tempat sampah di beberapa lokasi.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk pendidikan langsung agar kader mampu berinteraksi dengan masyarakat dan tidak menjadi kelompok elitis.
“Kami ingin membentuk kader pribadi yang dekat dengan masyarakat, bukan mencetak generasi yang menjadi kasta elit dan jauh dari realitas sosial,” tegasnya.
Melalui kegiatan rangkaian pelatihan ini, PW IPNU Jawa Tengah berharap para kader dapat merefleksikan diri, menata niat perjuangan, dan terus memperbaiki diri sebagai bagian dari generasi pelajar penerus bangsa yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu berkiprah di tengah masyarakat.
Kader Militan

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Tengah, Rekanita Dwi Sangita, menambahkan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan pengaderan telah dilakukan dengan matang.
Kegiatan tersebut didukung oleh Karang Taruna Desa Bakal, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, yang membantu menyediakan rumah warga sebagai lokasi penginapan peserta selama kegiatan berlangsung.
Rekanita Dwi Sangita menegaskan bahwa kegiatan selama tiga hari ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan proses pembentukan karakter dan kedisiplinan kader.
Para peserta yang terdiri atas anggota Korps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) akan ditempa secara intensif melalui pembekalan materi dan pelatihan lapangan.
“Selama tiga hari ke depan, rekan dan rekanita akan ditempa agar mampu mengamalkan ilmunya di daerah masing-masing,” katanya.
Tugas kader IPPNU bukan hanya mengaktifkan organisasi, tetapi juga menghidupkan kembali peran CBP dan KPP sebagai garda terdepan kedisiplinan IPNU–IPPNU.
Dia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategi untuk melahirkan kader militan yang mampu menggerakkan semangat perjuangan organisasi hingga ke tingkat cabang dan pimpinan anak cabang.
Keberlanjutan kaderisasi, menurutnya, membutuhkan komitmen yang kuat serta pemahaman ideologi yang benar.
“Hari ini merupakan bekal untuk menjadikan CBP dan KPP semakin masif, aktif dan berdampak. Materi yang disampaikan para narasumber harus diperhatikan dengan baik,” sebutnya.
“Inilah awal bagi rekan dan rekanita untuk menyuarakan kedisiplinan dan semangat membangun bangsa,” ujarnya.
Kegiatan bertajuk “Gema Sang Patriot Pembangunan” ini menjadi bagian dari upaya IPPNU Jawa Tengah dalam mencetak generasi pelajar berkarakter, berakhlak mulia dan siap mengabdi bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.
Dengan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader pelopor perubahan di lingkungan pelajar.
Muharno Zarka













