blank
Vikram Sinha, President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) saat meluncurkan program IDCamp 2025 di Jakarta belum lama ini. (Dok)

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Vikram Sinha, President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), mengatakan, ketersediaan talenta digital menjadikan fondasi utama transformasi Indonesia di era global. Terlebih, kebutuhan talenta digital nasional yang terus meningkat.

Riset World Bank dan McKinsey memperkirakan lebih dari 9 juta talenta digital akan dibutuhkan pada 2030. Khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI), data, dan otomasi industri. Pada saat yang sama, nilai pasar AI di Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar USD 2,4 miliar pada 2025.

Melalui perusahaan yang dipimpinnya, Vikram sosok asal India itu berkomitmen untuk membekali dua juta talenta dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI), melalui Program IDCamp 2025. Langkah itu bertujuan untuk memastikan talenta baru yang siap menghadapi masa depan. IDCamp terus memberi wadah, melanjutkan tujuh tahun perjalanannya.

“Didukung penuh oleh ekosistem mitra global kami, seperti NVIDIA, Cisco, UiPath, Mastercard, Google, dan lainnya. Komitmen ini terwujud melalui peluncuran program IDCamp,” kata dia Kamis, 25 September 2025 di Jakarta, dalam keterangan pers yang diterima Suarabaru.id.

Dengan menyediakan akses inklusif ke pembelajaran digital, kata Vikram, bertujuan tidak hanya meningkatkan daya saing individu. Akan tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi digital global.

“Sejalan dengan tujuan besar kami untuk memberdayakan Indonesia,” ucapnya.

Melalui IDCamp, dikatakan Vikram, dihadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif. Tujuannya, agar generasi muda dapat menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Diharapkan, program itu tak sampai hanya bertujuan meningkatkan daya saing individu.

“Akan tetapi juga dengan memperkuat daya saing bangsa dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional,” kata Vikram yang merupakan lulusan dari Bangalore University India.

Pria kelahiran 1974 itu bilang, metode pembelajaran IDCamp disusun agar selaras dengan tren industri, berbasis kurikulum internasional yang tetap mudah diakses. Tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, IDCamp juga memberikan mentoring, pelatihan soft skill, serta peluang untuk berjejaring.

blank
IDCamp hadir dengan dua program baru yang diklaim sangat sesuai dengan kebutuhan talenta masa depan. Pertama yakni AI Development Track, dan AI Integration Track. (Dok)

Adapun, pada 2025, IDCamp hadir dengan dua program baru yang diklaim sangat sesuai dengan kebutuhan talenta masa depan. Pertama yakni AI Development Track, dan AI Integration Track.

Program pertama, dirancang dengan mempersiapkan peserta untuk mengisi peran strategis seperti AI Engineer, MLOps Engineer, Generative AI Engineer, dan Data Scientist. Fokusnya pada pengembangan solusi AI yang praktis dalam menghadapi tantangan teknologi masa depan.

Kemudian program yang kedua, yakni mengasah keterampilan coding peserta untuk mengintegrasikan AI ke dalam pengembangan aplikasi Android, Multi-platform, serta Front-End dan Back-End. Ini bertujuan untuk membangun aplikasi yang dapat meningkatkan fungsionalitas dan pengalaman pengguna.

Dengan dua jalur baru, IDCamp kini menghadirkan pembaruan strategis untuk melengkapi program fundamental dan memastikan kurikulumnya tetap relevan dengan kebutuhan industri. Peserta juga bisa memperluas keterampilan lewat bonus track Cybersecurity (Cisco) dan Automation (UiPath).

Tidak hanya itu, tahun ini IDCamp juga memperluas dampak melalui program interaktif berbasis AI. Termasuk IDCamp Bootcamp khusus penyandang disabilitas, pengajar, dan jurnalis. Tujuannya guna mendorong akses setara serta literasi AI lintas profesi.

Selain itu, IDCamp Connect akan digelar secara hybrid, menyatukan sesi daring dan tatap muka di berbagai kota, seperti Riau, Samarinda, dan Purwokerto (Kabupaten Banyumas), untuk memperkuat ekosistem talenta digital di seluruh Indonesia.

Cerita Alumni IDCamp

Handi Sutriyan, pria asal Kabupaten Kebumen merupakan lulusan IDCamp yang kini bekerja di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menyadari pentingnya beradaptasi dengan teknologi terbaru, Handi bergabung dengan IDCamp sejak masa kuliah dan memilih jalur Data Scientist yang relevan dengan pekerjaannya di bidang pemrosesan data.

Setelah lulus, dia berhasil mengatasi noise dan anomali pada data observasi BMKG sehingga kualitas data meningkat. Hasil ini sangat penting bagi keselamatan transportasi dan sistem peringatan dini bencana di Indonesia. Kisah Handi menunjukkan bagaimana ilmu yang diperoleh dari IDCamp mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

 

Tentang IDCamp

IDCamp 2025, merupakan program beasiswa coding yang menjadi jembatan nyata bagi generasi muda untuk meraih karier di bidang teknologi. Selama tujuh tahun perjalanannya, program ini telah menjangkau lebih dari 380.000 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, lebih dari 136.000 peserta berfokus pada bidang Kecerdasan Artifisial (AI), yang menunjukkan minat tinggi pada teknologi masa depan.

Secara keseluruhan, IDCamp telah berhasil mencetak 120 ribu lulusan yang siap berkontribusi bagi industri, dari Sabang sampai Merauke. Penciptaan dampak ekonomi senilai lebih dari Rp680 miliar. Berbagai alumni kini dapat berkarir di perusahaan teknologi nasional maupun global.

Indosat membuka pendaftaran IDCamp 2025 yang berlangsung dari 24 September hingga 27 Desember 2025 melalui situs resmi https://idcamp.ioh.co.id. Proses pendaftaran dirancang sederhana dan inklusif: peserta hanya perlu membuat akun, melengkapi data diri, lalu memilih kelas sesuai minat dan kebutuhan. Seluruh program dapat diakses secara gratis, sehingga memberikan peluang belajar digital yang merata bagi generasi muda di seluruh Indonesia. (*)

Diaz Azminatul Abidin