KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sekitar SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Kebumen, mengikuti pembekalan ilmu jurnalistik dan public speaking selama tiga hari (30/9-2/10).
Pelatihan ini sekaligus menunjukkan komitmen dalam mencetak generasi muda yang kreatif, kritis, dan percaya diri sekaligus berkarakter. Kolaborasi SKM Muhammadiyah Kutowinangun, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Kebumen24.com
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Public Speaking bertema “Jadi Jurnalis Muda dan Public Speaker Handal: Kreatif, Percaya Diri, dan Melek Digital.”
Kegiatan berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Jalan Pemuda No 14, Kutowinangun, Kebumen. Dibuka resmi oleh Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Rochmat Aris Susyanto MPd.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, jurnalis, hingga praktisi media. Di antaranya Syifa Hamama SIKom MSi (praktisi komunikasi dan dosen IAINU Kebumen), Mohammad Tohri (Founders Kebumen24.com), Komper Wardopo (wartawan senior Suarabaru.id dan penggiat literasi), Hantoro Wibowo (Kompas TV).
Dengan konsep 30 persen teori dan 70 persen praktik, pelatihan dikemas menarik dan interaktif. Para peserta tak hanya mendapat ilmu dasar jurnalistik, teknik wawancara, penulisan berita, dan public speaking, tetapi juga diajak praktik reportase lapangan, menjadi MC, membuat video pendek, hingga strategi storytelling digital.
“Pelatihan ini dirancang untuk melatih keterampilan menulis berita, berbicara di depan publik, sekaligus membekali siswa dengan kemampuan membuat konten kreatif di era digital. Harapannya, siswa mampu tampil percaya diri, berpikir kritis, sekaligus bijak dalam bermedia digital,”ujar Kepala Sekolah, Rochmat Aris Susyanto.
Komper Wardopo, wartawan senior di Kebumen dalam papraanya menjelaskan belajar jurnalistk akan mendorong pelajar mampu berpikir kritis, kreatif, cermat dan peka terhadap lingkungan. Bahkan keterampilan jurnalistik sangat bermanfaat untuk menopang semua profesi di era digitalisasi dan media sosial.
Perkuat Literasi
Wardopo juga meminta para pelajar untuk tekun belajar dan rajin membaca untuk memperkuat literasi agar mampu menulis. Di era keterbukaan informasi semua siswa idealnya mampu menulis berita dengan baik.
“Namun hendaknya menaati kode etik jurnalistik dan menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik agar bisa melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas sehingga menarik bagi pembaca,”tandas Wardopo.
Tak kalah menarik materi public speaking dari Syifa Hamama SIKom MSi, Ketua Jurusan Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAINU Kebumen.

Dalam sesi bertajuk “From Nervous to Confident: Public Speaking dan MC untuk Pemula,” Syifa menjelaskan bahwa public speaking bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari siapa saja.
Menurut Syifa, ada tiga penyebab utama seseorang gugup saat berbicara di depan umum. Yaitu takut dinilai, mindset yang keliru, dan kurangnya persiapan. Solusinya sederhana: siapkan materi, kenali audiens, serta latih mental dan rasa percaya diri.
Syifa juga memperkenalkan metode HAPI untuk membuka presentasi: Hook (menggugah audiens), Anda Siapa (perkenalan diri), Paparkan Tujuan, dan Iming Manfaat. Untuk penutup, ia menawarkan rumus KKS: Kesimpulan, Kutipan, Sekian.
“Public speaking bukan soal tampil tanpa gugup, tapi berani tampil meski masih gugup,” tegas Syifa. Dengan pembawaan santai namun penuh manfaat, Syifa berharap semakin banyak generasi muda berani tampil percaya diri di depan publik.
SMK Muhammadiyah Kutowinangun merupakan salah satu SMK swasta berkualitas di Kebumen. SMK ini dikenal memiliki lima jurusan keahlian unggulan, yaitu Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Ototronik, Teknik Audio Viedo (TAV), dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Bahkan SMK Muhammadiyah Kutowinangun telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan nasional seperti Daihatsu, sehingga lulusannya memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.
Komper Wardopo













