SEMARANG (SUARABARU.ID) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi seluruh masyarakat, termasuk anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud agar semua stakeholders terkait, termasuk para anggota Polri, dapat memahami berbagai produk dan layanan jasa keuangan serta mampu mengelola keuangan dengan bijak.
Untuk mendukung upaya tersebut, OJK Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (BPD Jateng) menyelenggarakan Edukasi Keuangan bagi seluruh anggota Polri se-Jawa Tengah.
Mengangkat tema “Pengelolaan Keuangan dan Perlindungan Konsumen”, kegiatan edukasi keuangan ini diselenggarakan di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah dengan melibatkan ribuan anggota Polri se-Jawa Tengah dari berbagai tingkat sektoral dan divisi.
Target peserta kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara hibrid ini adalah jajaran pimpinan dan anggota Polda, Kepolisian Resor (Polres) dan Kepolisian Sektor (Polsek) termasuk Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dari seluruh Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah lebih dari 4.800 personel.
Kepala Departemen Pelindungan Konsumen OJK, Rudy Agus P. Raharjo, mengatakan, peningkatan literasi keuangan merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal, penipuan, dan pinjaman online yang merugikan.
Tentunya, Rudy menjelaskan, upaya perlindungan keamanan masyarakat dari praktik keuangan ilegal ini membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
“Melalui kegiatan ini, kami berharap jajaran Polri, khususnya Bhabinkamtibmas, dapat berperan sebagai duta literasi keuangan yang tidak hanya memahami materi, tetapi juga menyebarkannya kepada masyarakat di wilayah tugas masing-masing,” kata Rudy.
Dirinya menambahkan, literasi dan edukasi keuangan sejalan dengan tugas mulia Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, upaya tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang kegiatan saja, tetapi berlanjut hingga ke komunitas dan desa-desa agar masyarakat lebih waspada terhadap penipuan maupun praktik keuangan ilegal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, Kepala Sub-bagian Penyedia Personel Bagian Pengendalian Personel Biro Sumber Daya Manusia Polda Jawa Tengah, Kompol Putri Nur Khofifah, Direktur Pengawasan PEPK dan LMST OJK Provinsi Jawa Tengah, Taufik Andriawan, Plt. Kepala Tim Pengolahan Uang Rupiah BI Jawa Tengah, Anang Dwi Mau Asharli, dan Pemimpin Bidang Pemasaran Kantor Cabang Koordinator Semarang BPD Jateng, Joko Trihono.
Dalam kegiatan tersebut, OJK Jawa Tengah memaparkan materi mengenai pengelolaan keuangan, kewaspadaan terhadap investasi dan pinjaman online ilegal, penipuan di sektor jasa keuangan, serta praktik judi online.
BI Jawa Tengah menyampaikan edukasi tentang keaslian Rupiah dan penggunaan QRIS, sementara BPD Jateng membahas produk dan layanan perbankan.
Seluruh peserta edukasi yang hadir diharapkan akan menjadi duta literasi keuangan agar seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal sekaligus terhindar dari praktik keuangan ilegal.
Hery Priyono













