blank
Petugas gabungan dari Polsek dan Koramil Wuryantoro, bersama relawan SAR dan aparat dari BPBD Wonogiri, melakukan penanganan di lokasi kebakaran sampah kebun yang menyebabkan seorang nenek meninggal karena terbakar hidup-hidup.(Dok.SAR Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Malang nian nasib Nenek Minem (73). Warga Dusun Jambang RT 03/RW 07, Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri ini, Minggu siang (28/9/25), meninggal terbakar hidup-hidup. Penyebabnya, karena terjebak api pembakaran sampah kebun yang berkobar meluas tak terkendali.

Laporan dari lokasi kejadian, menyebutkan, Minggu pagi (28/9/25) Pukul 10.15, Saksi Ulfa, warga Dusun Jambang RT 03/RW 07, Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, melihat ada kebakaran di belakang rumah Nenek Minem. Ulfa, melihat sumai korban berada di lokasi, tengah berupaya memadamkan nyala api yang membakar sampah.

Ternyata, itu dilakukan dalam upaya membebaskan Nenek Minem yang terjebak api pembakaran sampah. Tapi, upayanya tidak berhasil menyelamatkan istrinya dari jilatan api yang makin berkobar oleh tiupan angin musim kemarau.

Kejadian ini, diberitakan kepada Saksi 2 Sugiyarti, harapannya dapat memberikan bantuan untuk segera menyelamatkan Nenek Minem dari kobaran api. Upaya ini dibantuk para tetangga, dan kejadiannya segera dilaporkan ke Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Rukun Warga (RW) serta ke Perangkat Desa.

Dalam kondisi terbakar hampir di seluruh tubuhnya, Nenek Minem kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS), untuk mendapatkan penanganan. Tapi upaya ini gagal menyelamatkan nyawa korban.

Kepala Satpol PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, tidak ada permohonan bantuan pemadaman kebakaran. ”Damkar tidak menerima kontak permintaan pemadaman kebakaran,” jelas Sriyanto Kembo.

BPBD dan SAR

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, telah mengirimkan relawan siaga bencana ke lokasi kebakaran. Bersama itu, Ketua Search And Rescue (SAR) Wonogiri AKP Setiyono, juga mengirimkan personel SAR untuk melakukan penyelamatan ke Desa Sumberejo.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, membenarkan adanya insiden maut yang terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri tersebut. Yakni seorang nenek meninggal, karena terjebak oleh api pembakaran sampah kebun yang meluas membakar perdu dan semak-semak.

Penanganan di lokasi, dilakukan oleh personel Polsek bersama prajurit TNI dari Koramil Wuryantoro. Dibantu para relawan siaga bencana BPBD dan personel SAR dari Wonogiri. Juga melibatkan perangkat desa dan warga masyarakat.

Mencermati tragedi maut itu, warga masyarakat diimbau untuk tidak sembrono dalam memperlakukan api. Apalagi warga masyarakat yang telah menyandang predikat lanjut usia (lansia). Sebaiknya, jangan melakukan pembakaran sampah dan pembakaran semak maupun perdu yang berada di kebun.

Sebab di musim kemarau puncak seperti sekarang ini, semuanya menjadi serba kering, dan berpotensi rawah terhadap kebakaran. Musibah kebakaran dapat terjadi, ketika ada penduduk yang membakar sampah dan kemudian berkobar tidak terkendali.(Bambang Pur)