SEMARANG (SUARABARU.ID)– Setelah secara resmi Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, mencabut Permenpora No 14/2024, sejumlah pembina olahraga prestasi, pengurus dan karyawan KONI Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota pun, merasa lega.
Sebagai tanda wujud syukur, KONI Jawa Tengah menggelar acara syukuran secara sederhana. Kegiatan itu dikemas dalam tema ‘Tasyakuran KONI Provinsi Jawa Tengah Dalam Rangka Dicabutnya Permenpora No 14 Tahun 2024’, di Kantor KONI Jateng, Kamis (25/9/2025).
Hadir dalam acara itu, Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Suwarno, Wakil Ketua Umum III KONI Pusat Andre Sutarno, dan Kepala Balai PPLOP Cecilia Eni Kurniawati.
BACA JUGA: Sambo Kudus Loloskan 10 Atlet ke PORPROV XVII Jateng 2026, Masih Berpeluang Tambah Kuota
Dalam acara itu, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bona Ventura, yang kemudian diserahkan kepada Kepala Kesekretariatan KONI Jateng Atang Trijoko, disaksikan Suwarno, Andre Tanu dan seluruh karyawan dan pengurus KONI Jateng.
Dalam sambutannya Atang menyebut, selama hampir setahun terakhir ini, perasaan para karyawan terlihat seperti orang tanpa masa depan. ”Pada malam tidur tidak nyenyak, siang kerja tidak nyaman. Seperti orang jatuh cinta tapi tidak punya harapan,” ungkapnya.
Sementara Bona menyebut, bergulirnya Permenpora No 14/2024, telah mengganggu pembinaan olahraga prestasi. ”Jika Permenpora itu berlaku, pembinaan olahraga akan porak poranda,” tuturnya.
BACA JUGA: Unissula Dan Korea Selatan Kerjasama Perkuat Teknologi Kesehatan
Bona pun bersyukur, karena kini wajah-wajah karyawan telah terlihat ceria. Mengingat masa baktinya tinggal tiga bulan, Bona tidak akan mengambil kebijakan strategis tentang karyawan. ”Biar nanti menjadi tanggung jawab pengurus KONI berikutnya,” imbuh dia.
Adapun Suwarno menyatakan, pencabutan Permenpora itu merupakan hasil gerakan bersama para pembina olahraga Nasional. Puncak dari perjuangan itu, ketika Rakernas di Jakarta, awal September lalu, dengan dibentuknya Tim 12.
”Peran Jawa Tengah sangat dominan, dengan menyumbang empat dari 12 tokohnya, Pak Bona, Ali Purnomo, Agus Purwanto dan Beni Riyanto,” ungkap Suwarno.
Riyan













