JEPARA (SUARABARU.ID) – Menyongsong peluncuran buku Mozaik Gagasan Kartini untuk Bangsanya yang akan dilakukan di Pendapa R.A. Kartini Jepara Kamis 18 September 2025, telah digelar Dialog Obsesi di Radio R Lisa FM Jepara dengan mengangkat tema menghidupkan gagasan R.A Kartini pada Selasa 16 September 2025.
Dialog yang dipandu oleh Dinda Kirana ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Kepala SMAN 1 Tahunan dan Plt Kepala SMAN 1 Jepara Ida Fitriningsih, S.Pd M.Pd, Warsih S,Pd. guru SMPN 1 Jepara yang juga salah satu penulis buku serta Sekretaris Umum Yayasan Kartini Indria Mustika, M.Pd. yang terhubung melalui sambungan telepon
Disamping menguraikan pentingnya perempuan memiliki konsep diri dan cara berpikir positif agar dapat sejajar dengan laki-laki, Ida Fitriningsih juga memberikan tips bagi kalangan Gen Z agar tak terjebak pada pusaran budaya global yang tak terkendali hingga tercerabut dari budaya bangsanya.

“Seperti halnya Kartini, walaupun lingkungan pergaulannya dari berbagai macam bangsa di dunia dan menghadapi berbagai tantangan baik dari internal bangsanya sendiri maupun dari luar, beliau tak terhanyut dan tetap teguh pada tujuan dan prinsip hidupnya, mengabdi pada bangsa” ujar Ida Fitriningsih
Semua itu karena Kartini memiliki konsep diri, karakter dan tujuan hidup yang kuat sehingga beliau dapat memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk mengembangkan potensi dirinya untuk dipersembahkan pada bangsanya,” ujar Ida Fitriningsih yang juga Ketua Panitia Peluncuran Buku dan Haul ke 121 RA Kartini
Karena itu sangat tepat jika generasi Z yang saat ini berada pada pusaran budaya global untuk meneladani Kartini dengan belajar dari karakter dan gagasan-gagasan besarnya. “Karena itu generasi Z harus bersedia belajar dari gagasan-gagasan Kartini dan jangan hanya puas dengan kegiatan serimonial,” pintanya
Sementara Warsih S.Pd. mengajak pelajar di Jepara untuk meneladani RA Kartini yang dikenal sebagai pembelajar sepanjang hayat. “Walaupun beliau hanya mengenyam pendidikan rendah, namun ia belajar secara mandiri melalui buku-buku dan bahkan kemudian menuliskan gagasan-gagasan besarnya,” ujar guru SMPN 1 Jepara yang dikenal juga sebagai salah satu guru yang aktif dalam kegiatan literasi di Kabupaten Jepara.
Kartini menurut Warsih juga memiliki prinsip – prinsip yang kuat dan arah perjuangan yang jelas dengan disertai semangat belajar yang tinggi “Harapan saya, pelajar di Jepara bersedia belajar dari gagasan-gagasan Kartini dan mengimplementasikan dalam sikap hidup keseharian,” ajaknya.
Sedangkan Sektretaris Umum Yayasan Kartini Jepara Indria Mustika M.Pd menjelaskan tentang komitmen lembaganya untuk terus menghidupkan gagasan-gagasan Kartini di tengah-tengah masyarakat, bukan hanya mengenang sosoknya. “ Strategi yang dilakukan oleh YKI adalah memberdayakan masyarakat melalui penguatan literasi sejarah dan budaya melalui tulisan, pelatihan, diskusi dan even-even kreatif yang berkaitan dengan Kartini dan potensi lokal,” ujar insiator Jepara Carnival ini.
Menurut Indria Mustika, Kartini adalah kekuatan absolut Jepara yang tidak dimiliki oleh daerah lain. “Karena itu ada baiknya jika kebesaran ini menjadi inspirasi kita dengan menggelar even-even kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Indria Mustika. Itu telah dilakukan oleh RA Kartini dengan mengikutkan karyanya dalam Pameran Karya Perempuan di Belanda yang kemudian mengantarkan ia mendapatkan peluang untuk mengembangkan mebel ukir, tambahnya
Hadepe













