SEMARANG (SUARABARU.ID)– ‘Paijo, Paijo ditinggalke bojone. Jarene ra kuat ngeragati wedak pupure. Paijo, Paijo ditinggalke bojone. Jarene ra kuat ngeragati wedak pupure’.
Syair itu merupakan penggalan lirik lagu berjudul ‘Paijo‘, yang dipopulerkan Zaskia Gotik. Lagunya memang enak didengar, apalagi liriknya terdapat pesan yang dalam dan mengena bagi pendengarnya.
Lagu itu membuat kebersamaan keluarga besar Fakultas Teknologi dan Ilmu Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM), terasa gayeng saat dinyanyikan salah satu dosennya, Susanto, selama perjalanan menuju Banyuwangi untuk berekreasi.
BACA JUGA: Tim PKM USM Beri Pendampingan ke Pelaku Usaha Mikro di Desa Tamangede
Mereka terhibur, bukan karena suaranya yang bagus, tapi justru karena suara falesnya saat sampai di lirik lagu:
”Jo Paijo opo koe ra kroso. Saben dino kowe dadi omongane tonggo. Jo Paijo opo koe ra isin. Saben ketemu konco koncomu kabeh mbatin. Opo mbiyen koe ora kelingan. Naliko ngucap janji pas dadian. Jare bakal ngopeni sak lawase. Eee saiki malah mbok siak siakke”.
Selama tiga hari healing, Kamis-Minggu (4-7/9/2025), keluarga besar FTIK yang dipimpin Dekan, Prind Triajeng Pungkasanti SKom MKom, mengunjungi tempat-tempat wisata itu. Di antaranya Pulau Tabuhan, Taman Nasional Baluran, Panorama De Djawatan Benculuk, dan Pantai Pulau Merah.
BACA JUGA: Campus Hiring 2025 USM Diikuti Sejumlah Peminat
”Selain mengunjungi tempat-tempat wisata, kami juga mendapat kehormatan singgah di Desa Adat Osing Kemiren. Kami disambut dengan Tari Gandrung dan disuguhi Pecel Pitik Desa Adat Osing Kemiren. Kami merasa puas, bisa menikmati tempat-tempat wisata dan adat serta budaya di Banyuwangi yang masih dilestarikan,” puji Prind.
Selama wisata, banyak pengalaman yang mengesankan. Antara lain, saat karyawan USM melakukan snorkeling di Bangsring Underwater Pulau Tabuhan. Banyak di antara mereka yang kesulitan memakai alat snorkeling, saat berada air. Akibatnya, mereka tidak bisa bernafas menggunakan mulut.
”Sebenarnya saya bisa berenang, tapi karena tidak pernah memakai alat snorkeling, jadinya malah tidak bisa bernafas, saat melihat ikan di dalam laut,” ungkap Prind lagi.
BACA JUGA: Fakultas Teknik Universitas Semarang Sukses Gelar ‘USM Engineering Fair’
Pengalaman terkesan lain juga dirasakan Mas Mulyono, saat naik di atas kabin jeep ketika mengelilingi Taman Nasional Baluran, yang dikenal dengan julukan ‘Africa van Java’. Di tempat itu terdapat banteng liar, kijang, kera ekor panjang, serta berbagai jenis burung eksotis.
”Susananya memang seperti di Africa, karena cuacanya cukup panas dan gersang tandus. Sayangnya, tidak ada singa atau macan. Kalau ada singa dan macan, pasti kijang-kijang di situ sudah menjadi santapan singa,” ujarnya.
Tidak hanya satwa yang menjadi daya tarik di Taman Nasional itu. Pengunjung juga bisa berfoto atau selfie di bawah Pohon Raisa. Dijuluki pohon Raisa, karena pohon itu muncul di video klip Raisa berjudul ‘Jatuh Hati’, yang dirilis 2015 lalu.
Riyan













