blank
Kolaborasi Guru dan Tendik SMP Negeri 3 Jepara saat mengadakan peringatan “Maulid Nabi Muhammad S.A.W. pada Sabtu, 6 September 2025. Foto : Tri Yudhi Sulistyo

JEPARA (SUARABARU.ID) – Meneladani akhlak dan meningkatkan cinta kepada Rasulullah S.A.W. merupakan tema Kolaborasi Guru  dan Tendik SMP Negeri 3 Jepara saat  mengadakan peringatan “Maulid Nabi Muhammad S.A.W. pada Sabtu, 6 September 2025. Kegiatan positif  ini  diikuti oleh  794 murid dan 60 guru dan tendik SMP Negeri 3 Jepara

Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. yang berlangsung di Hall SMP Negeri 3 Jepara ini  dibuka dengan grup  rebana oleh SMP Negeri 3 Jepara, Pembacaan kalam Ilahi, dan sambutan kepala SMP Negeri 3 Jepara yang diwakili oleh  Purnomo, S.Pd.

Kegiatan ini semakin mendapat respon positif warga sekolah saat Kyai Abdul Ghoni memberi nasehat jangan pernah meremehkan guru.

blank
Selain memberikan mauidho hasanah tentang akhlak, kyai Abdul Ghoni juga menyampaikan pentingnya Spirit Maulid yang mampu mengukur capaian keimanan secara holistik. Foto : Tri Yudhi Sulistyo

“Karena meremehkan guru atau memiliki sifat su’ul adab akan menyebabkan tiga akibat yang dapat menyebabkan hilangnya keberkahan dalam kehidupan seseorang, serta membawa kesialan atau bencana bagi murid,” ujarnya.

Ketiga akibat tersebut menurut Abdul Ghoni, Ilmu Tidak Berkah (Hilangnya Keberkahan Ilmu): Ilmu yang didapatkan dari guru yang diremehkan akan terasa hampa dan tidak membawa manfaat. Kemudian   Tumpul Lidah (Sulit Menyampaikan Ilmu): Seseorang yang meremehkan gurunya akan kesulitan dalam menyampaikan ilmu yang telah ia pelajari. Lidahnya akan terasa tumpul, sehingga tidak mampu menjelaskan atau mengajarkan pelajaran dengan baik kepada orang lain.

Sedangkan ketiga, Hidup dalam Kesulitan (Faqir): Akibat meremehkan guru juga bisa berujung pada hidup yang penuh dengan kesulitan atau kesempitan. Seseorang bisa saja hidup dalam keadaan fakir atau mengalami kemiskinan di akhir hayatnya,

Ia juga menyampaikan pentingnya berkiblat kepada kepribadian dan adab Nabi Muhammad S.A.W.

Selain memberikan mauidho hasanah tentang akhlak, kyai Abdul Ghoni juga menyampaikan pentingnya Spirit Maulid yang mampu mengukur capaian keimanan secara holistik. Pesannya di akhir tausiyahnya, kalau kita ingin mewujudkan generasi Qur’ani maka perlu dengan semangat dan Spirit Maulid Nabi

Semua peserta antusias mengikuti tausiyah, terlihat banyaknya respon murid yang menjawab pertanyaan kyai Abdul Ghoni tentang kepribadian, keluarga, dan Sejarah Nabi Muhammad S.A.W. dan mendapatkan hadiah dari beliau. Semoga berkah. aamiin

Hadepe – R. Tri Yudi Sulistyo