WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kapolres Wonogiri Wahyu Sulistyo, menegaskan, situasi Kabupaten Wonogiri aman dan kondusif, tapi bukan berarti tanpa ancaman. ”Berkat dukungan masyarakat, potensi gangguan keamanan dapat kita cegah sejak dini,” tegasnya.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, penegasan Kapolres tersebut, disampaikan Kamis (4/9/25), saat
menggelar silaturahmi bersama para pengemudi Ojek Online (Ojol).
Pertemuan digelar dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bersama Forkopimda Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Wakil Bupati Imron Rizkyarno, Ketua DPRD Sriyono, Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono dan Plt Kajari Tjut Zelvira Nofani.
Kapolres menyebutkan, Wonogiri aman tapi bukan berarti tanpa ancaman, karena sebelumnya telah mengamankan delapan remaja dengan barang bukti bom molotov. Kedelapan siswa SMP-SMA/SMK tersebut, diduga akan melakukan tindak kerusuhan, tapi gagal karena keburu diamankan petugas.
Sebagaimana pernah diberitakan, bersamaan dengan terjadinya kerusuhan di berbagai daerah, kedelapan siswa tersebut telah menyiapkan bom molotov. Tujuannya, untuk rencana membakar Gedung DPRD dan Markas Polsek Wonogiri Kota.
Buntut dari pengembangan kasusnya, Polres Wonogiri juga telah menangkap seorang pelaku. Yakni seorang pria berinisial SA alias K (21) yang ditangkap, warga Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Dia berperan sebagai provokator, untuk mengajak sejumlah remaja melakukan aksi anarkis di Wonogiri.
Memburu
Ajakannya ini, diunggah di jejaring Media Sosial (Medsos) WhatsApp (WA) Group. Untuk pengembangan kasusnya, jajaran Polres Wonogiri, kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memburu pelaku lainnya yang diduga menjadi kelompoknya.
Dalam pertemuan tersebut, sebagai unsur pimpinan daerah, Bupati dan Wakil Bupati bersama Dandim, Kapolres serta Kajari, sepakat bahwa kondusifitas Wonogiri tidak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat. Termasuk di dalamnya para driver ojek online.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, mengajak para pengemudi Ojol untuk terus bersinergi menjaga keamanan. ”Kami terbuka terhadap kritik dan masukan dari rekan-rekan semua, demi kemajuan Wonogiri,” ujar Bupati.
Ikut memberikan sambutan pengarahan Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono dan Plt Kajari Wonogiri Tjut Zelvira Novani. Senada dengan Kapolres dan Bupati, Forkopimda bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang tergabung dalam komunitas Ojol. Tujuannya, untuk menjaga situasi Wonogiri agar tetap aman, nyaman dan kondusif.
Dalam kesempatan itu, para diiver Ojol, menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari perlindungan hukum, penataan lalu lintas, hingga penyediaan shelter. Forkopimda memberikan respons dengan komitmen, akan menindaklanjuti berbagai masukan tersebut.
Melalui silaturahmi pertemuan Forkopimda bersama para driver Ojol, disepakati terus memperkuat kebersamaan. Harapannya, dengan sinergitas kebersamaan, dapat mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif. Tujuannya, agar masyarakat Wonogiri dapat beraktivitas dengan tenang.(Bambang Pur)













