SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lapas Kelas I Semarang melakukan pemeriksaan tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan (narapidana). Rontgen dada dilakukan untuk mengetahui adanya spesimen dahak untuk kemudian diperiksa.
Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kegiatan tersebut merupakan langkah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memastikan warga binaan seluruh Lapas bebas TBC.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 1 hingga 8 September 2025 dengan target 1.307 warga binaan.
“Bersama Puskesmas Ngaliyan dan Tirta Medical Center, kami melaksanakan kegiatan penemuan kasus TBC dengan rontgen dada bagi warga binaan di Lapas Semarang,” ungkap Fonika, Rabu (3/9/2025).
Hingga saat ini ratusan warga binaan telah selesai mengikuti kegiatan, kemudian sampel dahak dilakukan pemeriksaan TCM oleh Puskesmas Ngaliyan.
“Pertama, warga binaan akan dilakukan skrining gejala oleh petugas Klink Pratama. Kemudian pemeriksaan Chest X-Ray dilakukan oleh Tirta Medical Center,” imbuhnya.
“Penentuan terduga TBC akan dilakukan oleh dokter dari Tirta Medical Center. Setelah itu baru data akan diinput ke SITB,” kata Fonika.
Ning S













