WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Festival seni dan gerak jalan sehat massal Agustus Merdeka ditunda. Dua agenda akbar ini, rencananya akan menjadi gong event akbar untuk menutup rangkaian acara memeriahkan genap dasa (10) windu (8 tahun) atau HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2025 di Kabupaten Wonogiri.
Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, gerak jalan sehat massal rencana semua akan dilaksanakan Minggu pagi (31/8/25), dengan start dan finish di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri. Kemudian di tempat sama, Sabtu malam (30/8/25) juga diagendakan festival seni Agustus Merdeka. Namum dua agenda penutup rangkaian acara memeriahkan Dirgahayu RI tersebut, ditiadakan.
Pembatalan dua acara tersebut, dilakukan dengan mempertimbangkan situasi terkini. Yakni kemunculan penyampaian aspirasi massa yang terjadi di beberapa kota dan berbuntut munculnya tindakan anarkis massal.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tiga pilar yang terdiri atas Pemkab, Kodim 0728 dan Polres Wonogiri, kini fokus mengupayakan tetap terciptanya situasi Kamtibmas Wonogiri yang kondusif, aman, damai dan tenteram serta terjauhkan dari kemunculan tindakan yang berpotensi dapat memicu kekacauan massal.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, berkaitan hal tersebut Sabtu malam (30/8/25) digelar apel kesiapsigaan tiga pilar. Apel kesiapsiagaan ini langsung dipimpin oleh Bupati Setyo Sukarno dan Wakil Bupati Imron Rizkyarno bersama Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristryono dan Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, Apel yang digelar di halaman Kantor Bupati ini, melibatkan jajaran prajurit TNI AD Kodim 0728 dan para personel kepolisian dari Polres Wonogiri serta aparat dari dinas dan instansi terkait.
Bersinergi
”Mari kita saling menjaga dan menghargai. Merdeka Bersama, Merdeka Negaraku, Merdeka Indonesia,” tegas Bupati Setyo Sukarno. Pemkab Wonogiri bersama jajaran TNI dan Polri, bersinergi mengantisipasi potensi gejolak sosial pasca-peristiwa yang terjadi di beberapa wilayah Tanah Air. Langkah ini diambil untuk memastikan Kabupaten Wonogiri tetap aman dan kondusif.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, dalam pernyataannya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Kepada masyarakat, diimbau agar mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan pos-pos ronda sebagai langkah antisipasi.
”Kami sampaikan rasa keprihatinan atas peristiwa yang terjadi di beberapa wilayah Tanah Air. Mari kita saling menjaga keamanan di wilayah masing-masing, dengan harapan kondisi di Tanah Air segera membaik,” ujar Bupati Setyo.
Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, menenakan penting kekompakan membangun sinergitas kebersamaan untuk mewujudkan keberhasilan tugas. ”Jangan lupa kita tetap berdoa untuk kondusifitas keamanan Kabupaten Wonogiri,” tegas Kapolres.
Penegasan sama, juga disampaikan Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono, menyatakan perlu deteksi dini dan edukasi. Sebab ada upaya pihak ketiga untuk mengerahkan kalangan anak-anak untuk demo. ”Terkait ini, peran orang tua sangatlah penting, dan upaya pencegahan sebaiknya dilakukan sejak dari lingkup keluarga,” jelas Dandim sembari mengharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk tururt serta menjaga Wonogiri agar tetap menjadi wilayah yang damai dan stabil.(Bambang Pur)













