blank

JEPARA (SUARABARU.ID)  – Yayasan Pelestari Ukir (Peluk) Jepara menggelar lomba mengukir pelajar, lomba mewarnai motif ukir, dan lomba cipta karya cendera mata ukir di objek wisata Pantai Kartini Jepara, Sabtu (30/08/2025). Lomba ini dibuka Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) yang diwakili Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar).

blank

Kegiatan yang dikemas dalam label Semarak Budaya 2025 itu juga dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Andang Wahyu Triyanto, Ketua Komisi C DRPD Kabupaten Jepara Nur Hidayat, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Jepara, hingga Pimpinan Bank Jateng Cabang Jepara. Hadir pula Direktur PT Indospace Grup H. Maskur Aulia, serta para ketua asosiasi pelaku usaha.

Ketua Yayasan Peluk Jepara Hadi Priyanto mengatakan, lomba itu menjadi bagian dari upaya memberikan apresiasi kepada para pengukir di Jepara, yang menurutnya jumlahnya tinggal sekitar 7 ribu orang. Juga sebagai upaya untuk memastikan regenerasi pengukir melalui para siswa.

“Kami telah mengusulkan pencanangan Hari Ukir Nasional kepada Menteri Kebudayaan RI Bapak Giring. Semoga bisa direalisasikan,” kata Hadi Priyanto,

blank

Penentuan Hari Ukir Nasional bisa mengambil momentum saat R.A. Kartini mengirimkan puluhan karya perajin bangsa bumiputra pada pameran di Den Haag pada 9 Juli – 21 September 1898. Pameran inilah yang membuka jalan “ekspor” pertama ukiran, batik, dan berbagai produk kerajinan asal Jepara di Hindia Belanda saat itu, ke pasar Eropa melalui Oos en West.

Saat memberi sambutan, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengatakan sesuai dengan Visi Jepara Makmur, Unggul, Lestari dan Religius (MULUS), pelestarian seni budaya merupakan prioritasnya.

“Kami ingin melestarikan budaya dan juga melestarikan seni ukir yang ada di Jepara agar berjaya kembali. Terkait apa yang disampaikan Pak Hadi tadi, nanti bisa rencanakan bersama. Karena menurut Pak Andang, Hari Mebel nasional yang cakupannya lebih luas saja belum ada. Apalagi ukir yang tentu ada di lebih sedikit daerah. Nanti bisa diawali misalnya melalui penetapan dengan Keputusan Bupati”, ungkap Gus Hajar. Dia mengingatkan seni ukir telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.

“Menjadi ikhtiar kita bersama agar seni ukir Jepara diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang ada di Jepara”, ujarnya.

blank

Kegiatan ini diikuti hingga 476 peserta. Rinciannya, lomba cipta karya cendera mata ukir kayu berbahan limbah 135 orang, lomba ukir jenjang SD 150 peserta, SMP 152, SMA 101, dan lomba mewarnai motif ukir tingkat PAUD/RA 202 peserta. Sesuai pengumuman panitia, pemenang adalah sebagai berikut:

 

Juara SLTA

  1. Oki Saputra SMA Nurul Muslim
  2. B. Aditya Yahya MA Nafa Petekeyan
  3. Farid Minfadhli SMK Negeri 2 Jepara

Harapan 1. Sholihin SMA N 1 Tahunan

Harapan 2 Juvan Jayas SMK N 2 Jepara

Juara Mewarnai PAUD/RA

  1. Nadya Allyssa Azzahra TK TA Suwawal 2
  2. Muhammad Latif RA Purwanida
  3. M. Sylan Alqifari, TK Sunan Mantingan

Harapan 1 M. Nizam Arrafisqy TK Tunas Ngasirah

Harapan 2 Makiyah Naziha Fadhila TK Terpadu Tamnu Jepara

Juara Lomba Ukir Kategori SMP/MTs

  1. Rio Cahaya Ramadhan SMP N 1 Mlonggo
  2. Galang Umo Ariana SMP Al Maarif Jepara
  3. Rizki Auliya Putra SMP N 2 Mayong

Harapan 1 Bangun Tegar SMP N 3 Batealit

Harapan 2 Umdatun Nisa MTs Matholibul Ulum (082242960054)

Juara Lomba Ukir SD/MI

  1. SD Negeri 3 Kawak Arzha
  2. SD N Sukodono Raya Wahyu Ramadhan
  3. SD N 3 Bulungan Pakisaji Umarul Yahya Al Fahrul
  4. SDN 1 Krasak Bangsri Rizka Aulia Jasmine
  5. SD N 2 Sukodono Aisyah
  6. SDN 3 Kawak Dafa

 

Juara Lomba Cipta Karya Cinderamata Ukir Berbahan Limbah

  1. Miftachurrohman- Tahunan Krapyak
  2. Subandi -Slagi
  3. Syofiq – Banjaran

Harapan 1.  Mukodi – Tegalsambi

Harapan 2. Suyono Bulungan

Terbaik :

  1. Agus Riyadi
  2. Abdul Aziz
  3. Saroni
  4. Sri Maryati
  5. Sonaji

Hadepe