blank
Persiku Kudus Tundukkan Persibo Bojonegoro 2-1 dalam Laga Uji Coba. Foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Persiku Kudus sukses meraih kemenangan tipis 2-1 atas Persibo Bojonegoro dalam pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Wergu Wetan, Sabtu (30/8/2025) sore.

Uji coba ini sekaligus menjadi ajang perkenalan skuad Macan Muria kepada para pendukungnya. Dalam kesempatan yang sama, Persiku juga meluncurkan kostum anyar untuk menghadapi kompetisi Liga 3 musim 2025/2026.

Sempat diberitakan mengalami cedera, striker asing Persiku Igor Henrique akhirnya diturunkan pelatih Alfiat sejak awal pertandingan.

Jalannya laga di paruh pertama berlangsung cukup hati-hati. Kedua tim masih bermain aman dan belum menunjukkan pola serangan yang terorganisir.

Peluang emas sempat diperoleh Persiku dari situasi bola mati. Sayangnya, umpan ke kotak penalti tidak mampu dimaksimalkan Igor menjadi gol.

Kesalahan passing dan hilangnya penguasaan bola beberapa kali terjadi di lini tengah Persiku. Kondisi tersebut membuat aliran bola ke lini depan kurang berjalan efektif. Hingga turun minum, skor tetap kacamata 0-0.

Memasuki babak kedua, Persiku harus kebobolan lebih dulu. Rio Valentino, pemain Persibo, berhasil menanduk bola hasil skema bola mati dan membawa tim tamu unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Persiku meningkatkan intensitas serangan. Upaya itu membuahkan hasil setelah Ivan Maric sukses menyamakan kedudukan. Pemain asal Serbia tersebut memanfaatkan bola liar dari situasi sepak pojok sehingga skor berubah 1-1.

Tidak puas hanya dengan hasil imbang, Persiku terus menekan dari sisi sayap. Beberapa peluang sempat tercipta, namun eksekusi Anam belum membuahkan hasil.

Menjelang laga berakhir, Igor Henrique akhirnya menjadi pahlawan. Striker asal Brasil itu berhasil menyambar bola liar di depan gawang Persibo dan memastikan kemenangan 2-1 untuk Persiku.

Meski timnya meraih kemenangan, Pelatih Persiku Alfiat belum merasa puas dengan performa anak asuhnya. Ia menilai sektor pertahanan masih perlu perhatian serius, terutama dalam mengantisipasi bola mati.

“Pemain seharusnya lebih disiplin menjaga lawan secara man to man. Itu yang menjadi catatan penting bagi kami,” ujarnya.

Selain lini belakang, Alfiat juga menyoroti penyelesaian akhir. Menurutnya, beberapa peluang emas seharusnya bisa dikonversi menjadi gol tambahan.

Ia berharap dua pekan tersisa sebelum laga perdana melawan PSIS Semarang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kekurangan. “Kami optimis menatap pertandingan pertama nanti dan berusaha mengamankan poin,” tandasnya.

Ali Bustomi