WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Di tangan insan Bhayangkara, borgol dapat difungsikan ganda. Tidak saja sebagai alat untuk mengamankan tersangka saat penangkapan, tapi juga dapat difungsikan sebagai alat bela diri dalam menghadapi serangan penjahat.
Dengan menggunakan borgol, personel polisi dapat menjadikannya sebagai alat perlindungan diri, utamanya saat menghadapi serangan pukulan tongkat ke arah kepala. Teknik ini, ikut dilatihkan kepada para anggtota Polres Wonogiri, saat mengikuti pelatihan bela diri Polri. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan mengasah kemampuan personel dalam upaya mendukung sukses kelancaran tugas.
Polres Wonogiri Pimpinan Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, menggelar latihan berkala beladiri Polri bagi seluruh anggota. Kegiatan ini, digelar di halaman Mapolres Wonogiri, berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Selasa (26/8/25) sampai dengan Kamis (28/8/25) hari ini.
Kasi Humas Polrfes Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, latihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan serta mengasah kemampuan beladiri individu anggota. ”Diikuti oleh seluruh personel Polres,” jelas AKP Anom Prabowo.
Latihan beladiri Polri ini, untuk menunjang tugas dalam memberikan pelayanan, memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. “Semua anggota ikut dalam latihan, mulai pangkat Bripda hingga Iptu. Agenda latihan beladiri ini, dilakukan secara periodik setiap semester,” ujar AKP Anom Prabowo.
Serangan
Beladiri Polri adalah kemampuan anggota Polri dalam mempertahankan diri dan juga dalam melindungi orang lain, dari serangan lawan. Yakni dengan menggunakan beragam teknik, seperti teknik menghindar, menangkis, dan jika diperlukan dapat melakukan serangan balik dengan tangan kosong ataupun alat. Utamanya dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, latihan beladiri meliputi teknik dasar beladiri Polri, teknik pukulan, tangkisan dan tendangan, serta teknik jatuhan maupun teknik dasar membawa tahanan.
Untuk teknik beladiri tanpa alat, kita latihkan bagaimana cara melepaskan dari cengkeraman pegangan tangan, melepaskan cekikan, melepaskan sekapan, dan menghindari pegangan. Untuk teknik beladiri dengan alat, dilatihkan penggunaan tongkat sebagai alat menghadapi tusukan pisau, dan dalam menghadapi bacokan celurit kearah kepala.
Peserta juga mendapat latihan menggunakan borgol, sebagai alat menghadapi pukulan tongkat ke arah kepala. Harapannya, dengan dilaksanakannya pelatihan ini, para insan Bhayangkara mampu dan sigap serta meningkat kepercayaan dirinya, ketika harus berhadapan dengan para pelaku tindak kejahatan maupun para pengganggu Kamtibmas di wilayah hukum Polres Wonogiri.(Bambang Pur)













