blank
Miranda Fuji Larasati saat memberikan sambutannya mewakili wisudawan. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Meraih IPK 4.00, dua mahasiswa, Miranda Fuji Larasati dari Program Studi S1 Manajemen, dan Haizul Ma’arif (S2 Hukum), dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi.

Hal itu dinyatakan dalam Upacara Wisuda Ke-73 Universitas Semarang (USM) Program Diploma, Sarjana dan Magister, yang dilakukan di Auditorium Ir Widjatmoko dan Auditorium Prof Dr Muladi SH, Rabu (27/8/2025).

Wisudawan terbaik lain yakni, Devinta Yemima Christianto IPK 3,97 (D III Manajemen Perusahaan), Sultan Fariz Alfaba (3,91/S1 Ilmu Hukum), Nandita Zahra Yulcrisa (3,62/S1 Akuntansi), Pradikky Ajie Nasukha (3,78/S1 Teknik Sipil), Novata Dwi Wahyudi (3,88/S1 Teknik Elektro).

BACA JUGA: UCAC Beri Pembekalan 596 Calon Wisudawan USM

Lalu ada juga Vina Zakiatul Khusna (3,98/S1 Perencanaan Wilayah dan Kota), Febriana Nuriya Safitri (3,63/S1 Teknologi Hasil Pertanian), Eva Nur Zakia (3,81/S1 Psikologi), Jansnio Asher (3,93/S1 Sistem Informasi).

Kemudian, Ahmad Miftahul Ulum (3,91/S1 Teknik Informatika), Deva Andara Putri (3,90/S1 Ilmu Komunikasi), Cesar Figo (3,94/S1 Pariwisata), Vika Arni Guspitasari (3,93/S2 Manajemen), Umar Diharja (3,90/S2 Psikologi).

Wisuda yang diikuti 787 wisudawan itu dihadiri antara lain Pembina Yayasan Alumni Undip Ir Soeharsojo IPU, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, Rektor USM Dr Supari ST MT, Senat Universitas Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog.

BACA JUGA: Pascasarjana USM Lepas 57 Calon Wisudawan

Dalam sambutannya mewakili wisudawan, Miranda mengatakan, wisuda bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal perjalanan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

Menurut dia, gelar yang didapatnya saat ini merupakan amanah yang harus dijaga dengan integritas, dedikasi, dan penuh kontribusi nyata. Disebutkan juga, ilmu yang didapatnya ini, bukanlah untuk meninggikan diri.

”Janganlah kita jadikan ilmu sebagai alat untuk menghina, mengintimidasi, menyalahgunakan, apalagi sampai untuk menipu orang lain. Sebaliknya, ilmu adalah cahaya yang seharusnya menerangi, menuntun langkah dan menjadi jalan pengabdian bagi sesama,” kata Miranda.

BACA JUGA: Perkuat Jejaring Kerja Sama dengan Dunia Usaha, USM dan Apindo Jateng Sepakati MoU

Dia pun minta, ilmu yang telah didapat dari bangku kuliah di USM, bisa membawa kebaikan serta keberkahan, bukan hanya bagi diri sendiri saja, tapi juga masyarakat luas.

”Saya mewakili teman-teman wisudawan, menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada orang tua, wali kami, dan keluarga besar kami, yang menjadi support kami dalam melangkah sampai saat ini. Keringat dan perjuangan kalian adalah alasan kami berdiri di sini hari ini. Terimalah ilmu dan gelar kami, sebagai hadiah sederhana atas pengorbanan kalian,” ujarnya.

Ungkapan yang sama juga ditujukan kepada pimpinan USM, mulai dari rektor dan jajrannya, dekan, dosen dan seluruh civitas akadmika USM.

”Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras serta inspirasi yang telah membentuk kami, menjadi insan lulusan terbaik. Untuk teman-teman, terima kasih atas tawa, air mata, dan kerja keras yang pernah kita lalui bersama. Semoga kenangan yang kita lalui akan selalui mejadi bagian-bagian cerita dari perjalanan hidup kita,” ungkapnya.

Riyan