blank
Sucoro. Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Opini adalah pendapat, pikiran, atau keyakinan seseorang mengenai suatu hal. Yayasan Brayat Panangkaran Borobudur menggelar kompetisi opini untuk melestarikan sumber daya budaya Candi Borobudur.

Tentu hal itu untuk menjaga marwah bangunan bersejarah yang diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra, antara tahun 780 hingga 840 Masehi.

Sebagaimana dijelaskan oleh pemilik ide kegiatan tersebut, Sucoro Setrodiharjo, hari ini (Kamis, 31/8/25), kegiatan tersebut untuk
meningkatkan kesadaran dan rasa memiliki masyarakat terhadap warisan budaya Borobudur. Serta untuk menggali ide kreatif dan pemikiran para pegiat, pemerhati budaya, stakeholder, dan pemerintah dalam melestarikan dan memanfaatkan sumber daya budaya Borobudur.

Sucoro yang merupakan pemrakarsa tradisi Ruwat Rawat Borobudur, itu menuturkan, Kongres Borobudur tahun 2025 akan digelar pada 25-27 Agustus 2025 di Borobudur, Magelang. Kegiatan itu sekaligus dalam rangka 23 tahun Ruwat Rawat Borobudur. “Tema kegiatan tahun ini adalah: Menelisik Keberagaman, Kemanfaatan Nilai Spiritualitas Borobudur,” jelasnya.

blank
Peserta Kongres Borobudur II, foto bersama di pelataran Candi Borobudur, tahun lalu. Foto: dok

Selebihnya diterangkan, rangkaian kegiatan tersebut telah dimulai sejak 15 Juni 2025. Menurut rencana akan sampai 27 Agustus mendatang. Menurut catatan dia, jumlah pesertanya cukup banyak, mencapai 246 pengirim opini. “Dari jumlah tersebut telah kami seleksi, 23 finalis akan memperebutkan trofi dari Yayasan Brayat Panangkaran Borobudur serta uang pembinaan dari Taman Wisata Borobudur,” katanya.

Selebihnya dijelaskan rangkaian kegiatannya, menurut rencana pada 25 Agustus 2025 akan dilakukan presentasi karya opini oleh finalis. Dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 di pendapa Museum dan Cagar Budaya (MCB) Borobudur.

Keesokan harinya, 26 Agustus 2025 akan dilakukan diskusi dan deliberasi (proses pertimbangan yang cermat dan seksama)
oleh dewan juri. Lalu pada 27 Agustus 2025 dilakukan Kongres Borobudur III. “Saat itu ada pengumuman pemenang dan penutupan acara,” tuturnya.

Sucoro menambahkan, kompetisi opini dan hasil penelitian Badan Riset Nasional (BRIN) akan menjadi bahan kongres yang diharapkan bisa menjadi masukan bagi pemerintah dalam pengelolaan Candi Borobudur ke depannya.

“Panitia Kompetisi Opini – Kongres Borobudur III mengucapkan terima kasih atas karya opini yang telah dikirimkan oleh peserta. Kami sangat menghargai kontribusi yang telah dikirimkan,” pungkasnya.

Eko Priyono