WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Upaya membangun kebersamaan melalui selembar kain jarik, dijadikan salah satu mata perlombaan dalam merayakan Dirgahayu Indonesia. Jenis lomba ketangkasan permainan tradisional ini, dilakukan oleh para guru bersama karyawan SMK Negeri 1 Kabupaten Wonogiri.
Selembar kain jarik dibentangkan dalam lipatan sama sisi. Yang di keempat ujungnya, masing-masing dipegangi oleh peserta perlombaan. Kemudian di atasnya, ditaruh gelas berisi air. Juri pun memberikan aba-aba: ”Siap. Tiga, Dua, Satu, Mulai….”.
Mendengar aba-aba tersebut, keempat peserta lomba yang memegangi di masing-masing ujung kain jarik, berupaya berdiri untuk kemudian berjalan adu cepat. Apa yang terjadi ? gelas berisi air yang berada di tengah kain jarik, ternyata terguling dan airnya tumpah. Para peserta dan yang menyaksikan serentak tertawa ngakak. Juri pun memberikan sanksi diskualifikasi.
Lomba ketangkasan tradisional yang unik ini, mengundang gelak tawa para peserta dan seluruh hadirin yang menyaksikannya. Lomba yang sifanya beregu ini, memerlukan sinergitas kebersamaan dan kekompakan gerak, untuk menghindarkan gelas tidak terguling demi memenangi perlombaan. Memberikan makna filosofis, bahwa kebersamaan yang kompak, menjadi bekal untuk mencapai hasil yang maksimal.
Usai perlombaan aneka ketangkasan tradisional, kemudian digelar pesta makanan tradisional. Aneka kuliner masakan khas dari sejumlah daerah, ramai-ramai dibawa ke sekolah oleh para guru dan karyawan. Beragam kuliner hasil masakan para guru dan karyawan ini, selanjutnya disajikan untuk acara makan bersama-sama. Bersama itu, juga dibagikan kado silang bagi sesama yang hadir.
Masyarakat dalam merayakan genap 10 windu atau HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2025, banyak menciptakan ragam jenis perlombaan dan kegiatan. Baik untuk peserta anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Jenisnya banyak yang unik dan mengundang gelak tawa. Mampu membangun riang ria dalam suasana merdeka.
Bagi masyarakat, merayakan Dirgahayu Indonesia layak disambut dengan suka cita demi menghargai jasa para pahlawan. Mereka telah berjuang dengan mempertaruhkan jiwa, raga dan harta, demi mewujudkan kemerdekaan. Karena itu, beragam kegiatan peringatan yang diwarnai kebersamaan demi kesatuan dan persatuan, memberikan nilai tersendiri dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI.(Bambang Pur)













