blank
Warga Tendoksari saat memulai menanam bibit alpukat.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Ada yang unik dari peringatan HUT RI yang ke -80 di dukuh Tendoksari, Desa Tahunan, Kabupaten Jepara. Warga beramai-ramai mempersiapkan lahan untuk ditanami pohon alpukat.

Hal ini terlihat saat pembagian bibit alpukat untuk warga di malam tirakatan yang kemudian ditanam keesokan harinya pada Minggu (17/8/2025).

blank
Program ketahanan pangan (ketapang) dengan gerakan tanam alpukat.

Ketua RW 06 Tendoksari, Suhartono, selalu mengajak warganya memanfaatkan setiap jengkal tanah pekarangan untuk ditanami pohon buah. Ia menyebut program ketahanan pangan (ketapang) harus dimulai dari lingkungan sekitar.

“Kalau kita punya tanah, jangan dibiarkan kosong. Tanami dengan tanaman bermanfaat, agar kita mandiri pangan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu petani alpukat di Tendoksari Endro Hardiyanto, secara simbolis membagikan banyak bibit alpukat kepada warga yang diwakili Ketua RT 03 Agus Salim, dengan harapan dapat ditanam di pekarangan rumah masing-masing.

“Pemilihan tanaman alpukat bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal genjah, artinya cepat berbuah, kata Endro.

“Dengan perawatan yang optimal, pohon alpukat bisa mulai menghasilkan buah dalam waktu hanya dua tahun. Hal ini menjadikannya pilihan tepat untuk gerakan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga”, lanjut pria yang juga sebagai Wakil Ketua RW 06 Tendoksari itu.

Secara ilmiah, alpukat digolongkan sebagai superfood. Buah ini kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam 100 gram buah alpukat, terkandung sekitar 160 kalori, 15 gram lemak sehat, 9 gram karbohidrat, serta 7 gram serat. Kandungan lemak tak jenuh tunggalnya sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung, sementara seratnya membantu melancarkan sistem pencernaan.

“Warga Tendoksari percaya bahwa dengan menanam dan merawat alpukat di pekarangan, mereka tidak hanya ikut menjaga lingkungan, tetapi juga berinvestasi untuk masa depan kesehatan keluarga. Bibit yang dibagikan pada momentum kemerdekaan ini diharapkan menjadi simbol kemandirian pangan sekaligus wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan”, beber Suhartono.

“Semoga pohon alpukat yang kita tanam hari ini menjadi bukti nyata keinginan kita menjaga ketahanan pangan di negeri tercinta Indonesia,” tutur Endro Hardiyanto. Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus merawat bibit yang ditanam, agar kelak bisa dinikmati hasilnya bersama-sama.

Gerakan sederhana warga RW 06 Tendoksari ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa. Di pekarangan rumah, masyarakat bisa mewujudkan kemandirian pangan dari lingkup terkecil. Jika gerakan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia, cita-cita gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo bukan lagi sekadar semboyan, melainkan kenyataan.

ua