JEPARA (SUARABARU.ID)- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menunjukkan antusiasme tinggi saat mencoba seni ukir Jepara. Momen ini terjadi usai pembukaan Festival Jateng Syariah (Fajar) 2025 di Queen City Mall, Semarang.
Setelah prosesi pembukaan yang berlangsung meriah, Gus Yasin dan Rahmat Dwisaputra menyempatkan diri mengunjungi stand Jepara Carver dan CV Katini Jati Furniture. Keduanya tampak tertarik mencoba pengalaman langsung mengukir kayu, sebuah keterampilan yang menjadi kebanggaan Kabupaten Jepara dan telah mendunia.
Aktivitas belajar mengukir itu dipandu oleh Suhartono, Sekretaris Komunitas Ukir Jepara. Dengan telaten, Suhartono memberikan arahan bagaimana memegang tatah, memukul palu kayu, hingga membentuk pola ukiran yang indah.
“Pegang seperti ini, biar kontrolnya enak Gus,” ujar Suhartono sambil menunjukkan teknik dasar.
Suasana hangat pun tercipta ketika Gus Yasin melontarkan candaan. “Kalau rusak gimana, Mas?” tanyanya sambil tertawa. Suhartono menimpali, “Aman, Gus. Untuk menjadi bagus kadang perlu dirusak dulu, baru nanti diperhalus,” ucapnya yang disambut tawa semua yang hadir.
Momen kebersamaan itu tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol dukungan pemerintah dan Bank Indonesia terhadap pelestarian seni ukir Jepara sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Rahmat Dwisaputra mengaku kagum akan detail dan kesabaran yang diperlukan dalam membuat satu karya ukir. “Ternyata luar biasa, butuh konsentrasi penuh dan ketelitian,” ujarnya.
Festival Jateng Syariah (Fajar) 2025 sendiri mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Pengembangan Halal Value Chain untuk Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Jawa Tengah”. Tema ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri halal, memperkuat sektor ekonomi kreatif, serta mengembangkan pariwisata halal di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya saat pembukaan, Gus Yasin menyampaikan bahwa industri halal tidak hanya terbatas pada sektor makanan dan minuman, tetapi juga dapat mencakup seni, kerajinan, dan pariwisata berbasis nilai-nilai syariah. Industri halal adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal bisa menjadi bagian dari ekonomi halal,” tegasnya.
Festival Fajar 2025 menghadirkan beragam kegiatan mulai dari showcasing UMKM, Kulineer halal, dukasi dan talkshow, lomba, business matching, sertifikasi halal UMKM hingga program wakaf digital. Kehadiran stand komunitas Ukir Jepara menjadi salah satu daya tarik, mengingat seni ukir telah menjadi identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi bagi masyarakat Jepara.
Dengan adanya dukungan langsung dari pejabat daerah dan perwakilan Bank Indonesia, diharapkan kolaborasi antara sektor keuangan syariah dan ekonomi kreatif semakin kuat. Seni ukir Jepara pun berpotensi mendapatkan pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri, sejalan dengan visi menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat industri halal yang berdaya saing tinggi.
ua













