JEPARA (SUARABARU.ID)- Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Jepara mengadakan pelatihan Strategi Pembelajaran Mendalam pada Senin, 11 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan respon positif MGMP Bahasa Indonesia terhadap kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Abdul Mu’ti dalam penerapan deep learning.
Pelatihan yang berlangsung di SMP Negeri 2 Jepara ini dibuka oleh pengawas SMP Rosita Pujiastutik, S.Pd., M.Pd. pengawas pembina MGMP Bahasa Indonesia, dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, kreatif, dan mendorong siswa berpikir kritis.

“Penerapan deep learning yang meliputi Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful) disesuaikan dengan karakter materi pembelajaran, juga memerlukan kreativitas dan keberanian untuk berubah,”ungkap Rofi’i, S.Pd., M.Pd. koordinator MGMP Bahasa Indonesia dalam sambutannya.
Sementara saat membuka kegiatan tersebut Rosita Pujiastutik mengatakan pelatihan ini untuk mematangkan pengetahuan dalam penerapan pembelajaran mendalam agar delapan dimensi profil lulusan bisa terwujud. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kualitas atau kompetensi guru bahasa Indonesia.
“Tindak lanjut dari pelatihan ini peserta pelatihan mengimbaskan kepada guru-guru yang ada di sekolah masing-masing agar mempunyai persepsi yang sama tentang pembelajaran mendalam,” pesan Rosita.
Pelatihan yang diikuti sekitar seratus guru Bahasa Indonesia SMP se-Kabupaten Jepara menghadirkan narasumber Asih Welasati, S.Pd. dari SMAN 1 Jepara. Narasumber memberikan materi tentang konsep dasar pembelajaran mendalam, teknik merancang pembelajaran yang menekankan keterhubungan antarmateri, serta strategi penilaian yang mampu mengukur capaian kompetensi secara holistik.
Saat menyampaikan materi Asih Welasati menyebut prinsip pembelajaran mendalam meliputi Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan. Pengalaman belajar yang diterapkan yaitu Mengamati, Mengaplikasi, dan Merefleksi. Selain itu beliau juga menyampaikan pentingnya desain pembelajaran yang memuat Praktik Pedagogis, Kemitraan Pembelajaran, Lingkungan Pembelajaran, dan Pemanfaatan Digital.
Semua peserta antusias mengikuti pelatihan terlihat banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber.
Hadepe – Warsih













