blank
Peserta dan instruktur Summer Wood Carving Class for Beginner atau Summer Kelas Ukir Kayu untuk Pemula di Omah Laut dan Kedai Selasa 12/8-2025. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) – Ada cara unik yang dilakukan oleh pengelola Guest House Omah Laut dan Kedai untuk  memperkenalkan potensi budaya Jepara, khususnya seni ukir  kepada  wisatawan mancanegara. Bukan hanya  yang menginap di guest house yang dikelolanya di Pantai Ombak Mati, di Desa Bondo, Jepara, tetapi juga terbuka untuk wisatawan lain.

Bekerjasama dengan Kawak Heritage dan Jepara Jadad, mereka  membuka Summer Wood Carving Class for Beginner  atau Summer Kelas Ukir Kayu untuk Pemula. Waktunya bisa dipilih, 2 atau 3 jam.

Seperti yang dilakukan Omah Laut dan Kedai Selasa (12/08-2025) sore. Kali ini  tiga peserta Wood Carving Class Omah Laut adalah: Wolfgang Bieck  dari Jerman, Roger Martin dari Australia dan Mong Hie dari Korea Selatan. Dengan antusias mereka mengikuti sesi mengukir yang dipandu oleh budayawan Brodin Fakhrudin  dan Mas Iwan dari Desa Kawak Jepara.

blank
Dengan antusias peserta Wood Carving Class Omah Laut, Wolfgang Bieck dari Jerman, Roger Martin dari Australia dan Mong Hie dari Korea Selatan ikuti sesi mengukir. Foto: Hadepe

Sementara tuan rumah Rie Ki  Swastika Tenny Ria dan Wiesław Gwizdała menemani tamu tamunya sepanjang class berlangsung. Omah Laut dalam hal ini merasa senang bisa turut memperkenalkan Seni Ukir Kayu Jepara dalam sebuah paket wisata sekaligus edukasi yang juga memberi manfaat kultural dan ekonomi  bagi mereka yang ikut terlibat.

Mr. Bieck maupun Roger Martin mengaku bahwa mereka sangat menyukai Kayu. Mereka beberapa kali mengatakan bahwa urat (grain) panel kayu jati yang mereka pahat sungguh sangat indah. Bagi mereka bertiga carving class ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan.

blank
Bekerjasama dengan Kawak Heritage dan Jepara Jadad, Omah Laut dan Kedai mereka membuka Peserta Summer Wood Carving Class for Beginner atau Summer Kelas Ukir Kayu untuk Pemula. Foto: Hadepe

“Pengalaman ini tentu tidak akan kami lupakan. Akan kami ceritakan kepada teman-teman dan keluarga, betapa indahnya budaya ukiran Jepara,” tutur  Mong Hie dari Korea Selatan

Ketiga peserta kelas ukir kayu  juga dikenal sebagai pecinta  layang-layang dunia. Usai dari Bali, mereka menikmati indahnya budaya dan alam   bumi Jepara. Salah satu yang dilakukan adalah mengikuti kelas mengukir di Omah Laut  disamping juga mengunjungi Sentra Troso dan Setra Ukir Mulyoharjo.

blank
Budayawan Brodin Fakhrudin saat memberikan penjelasan tentang ukiran Jepara. Foto: Hadepe

Wood Carving Class di Omah laut yang sudah diadakan lebih 6 kali. “Ini salah satu cara agar wisatawan turut menghayati proses penciptaan sebuah karya budaya, seni ukir,” ujar Rie Ki  Swastika Tenny Ria. Harapan kami, mereka akan menjadi duta budaya Jepara di negerinya, tambahnya.

Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto  yang melihat pelaksanaan Wood Carving Class di Omah Laut menilai apa yang dilakukan oleh penyelenggara ini patut mendapatkan apresiasi dari semua fihak. ”Mereka memperkenalkan seni ukir kepada wisatawan mancanegara  bukan hanya dari sisi ekonomi tetapi juga budaya,” ungkapnya

Hadepe