blank
Pendampingan UMKM Desa Gardu oleh Mahasiswa KKN Unisnu Jepara.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara Angkatan XIX menggelar sosialisasi pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Gardu, Pecangaan, Jepara, Minggu (10/8/2025).

blank
Hasil pelatihan desain digital.

Melalui pendekatan berbasis inovasi di era digital, para peserta KKN memberikan pelatihan praktis pembuatan logo menggunakan aplikasi desain digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten promosi yang kreatif dan efisien.

Bukan hanya pelatihan desain menggunakan AI, para peserta UMKM juga diberikan wawasan penting tentang strategi pemasaran digital dan langkah-langkah mengurus hak paten merk dagang.

“Perlindungan hukum terhadap merek dan strategi promosi yang tepat adalah kunci bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang ketat”, ujar Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Gerdu, Silviana Pebruary, di sela-sela pelatihan.

Peserta yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM lokal tampak antusias. Mereka membawa perangkat seperti laptop dan ponsel pintar untuk langsung mempraktikkan pembuatan desain logo dan mencoba fitur AI yang dapat membantu dalam pemasaran produk.

“Kegiatan ini bertujuan membekali pelaku UMKM desa dengan keterampilan digital yang relevan di tengah perkembangan teknologi”, kata Muhammad Abil Anam, salah satu peserta KKN yang juga sebagai pemateri.

Hasil pelatihan menunjukkan kreativitas peserta yang tinggi. Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah logo bertema budaya lokal bertajuk “Angkringan Semar Gandrung”, menampilkan tokoh wayang Semar dengan balutan kain bermotif kotak hitam-putih khas Jawa.

Desain ini dibuat langsung oleh peserta dengan panduan pemateri, memadukan unsur kearifan lokal dan teknologi modern. Logo ini dinilai memiliki identitas yang kuat, daya tarik visual, dan potensi meningkatkan citra merek di mata konsumen.

Sementara itu, Koordinator KKN, Ilham Zaenal Misbah menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari hasil observasi di lapangan.

“Banyak UMKM di Desa Gerdu memiliki produk berkualitas, tetapi belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu mereka naik kelas,” terangnya.

Petinggi Desa Gerdu H.Winaryo Wibowo, mengapresiasi inisiatif para mahasiswa Unisnu dengan membuat program pelatihan desain dan hak cipta. dan berharap pelaku UMKM semakin melek digital, mampu melindungi merek, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Dengan bekal keterampilan branding, pemasaran digital, hak paten, dan pemanfaatan AI, UMKM Desa Gerdu kini memiliki modal baru untuk mengembangkan potensi dan memperluas pasar tanpa meninggalkan identitas lokalnya”, tandasnya.

ua/fatra