BLORA (SUARABARU.ID) – Musim tanam tembakau tahun 2025 menjadi ujian berat bagi para petani di Kabupaten Blora. Cuaca yang tak menentu membuat proses tanam jauh dari ideal. Alih-alih mendapatkan sinar matahari optimal, lahan-lahan tembakau justru terendam air akibat curah hujan yang masih tinggi.
Fenomena ini terjadi karena musim kemarau tahun ini berbeda dari biasanya. Para petani menyebutnya sebagai “kemarau basah” karena hujan masih kerap mengguyur, bahkan di bulan-bulan yang seharusnya kering. Padahal, tanaman tembakau membutuhkan cuaca panas dan kering untuk menghasilkan daun berkualitas tinggi.
Baca Juga IPB University Hadirkan Lagi Program Dosen Pulang Kampung ke Blora
Suwarno (40), petani asal Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, menjadi salah satu yang merasakan dampak terparah. Tanaman tembakaunya yang baru berusia sebulan terendam banjir setelah hujan deras mengguyur selama dua hari berturut-turut.
“Beginilah kondisinya. Mau bagaimana lagi, kami cuma bisa sabar,” ujar Suwarno dengan nada pasrah saat ditemui, Sabtu (09/08/2025).
Baca juga bloraWarga Kepoh dan Satgas TMMD Kodim 0721/Blora Bangun Jalan Makadam untuk Percepat Perekonomian
Akibat terendam air, pertumbuhan tembakau menjadi tidak maksimal, bahkan banyak yang mati. Suwarno terpaksa melakukan penanaman ulang hingga tiga kali. Setiap kali menanam ulang, biaya dan tenaga yang dikeluarkan semakin besar, membuat kerugian pun terus bertambah.
“Kalau dihitung-hitung, modal yang keluar sudah banyak. Tapi kalau tidak tanam lagi, kami sama sekali tidak punya harapan panen,” ungkapnya.
Meski kondisi belum membaik, Suwarno tetap menaruh harapan besar agar cuaca kembali normal. “Kalau hujan berhenti dan tanah kering, kami bisa mulai tanam lagi dengan harapan hasilnya lebih baik,” tambahnya.
Ia pun khawatir jika curah hujan tinggi terus berlanjut, kualitas dan kuantitas panen akan menurun drastis sehingga pendapatan mereka semakin tergerus. “Kami khawatir kalau hujan terus begini, kualitas dan jumlah panen tembakau akan turun, pendapatan kami juga pasti berkurang,” pungkas Suwarno.
Ely Nyunanto













