KUDUS (SUARABARU.ID) – Nida Saidatul Iza resmi mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Kudus menggantikan almarhum H Peter M. Faruq melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) sisa masa jabatan 2024-2029. Pelantikan dilakukan dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Kudus, Kamis (7/8/2025), dengan suasana yang khidmat.
Sidang Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kudus H Masan SE MM tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Dr Ars Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton S.Ked, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, KPU, Bawaslu hingga sejumlah pengurus DPC PDI Perjuangan.
Prosesi pelantikan diawali pembacaan SK Gubernur Jawa Tengah, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Ketua DPRD Kudus H Masan SE MM.
Pelantikan Nida Saidatul Iza itu cukup menarik, bukan hanya karena usianya yang muda, tetapi juga karena ia satu-satunya legislator perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan saat ini. Ia merupakan putri dari Kepala Desa Jurang, Kecamatan Gebog, dan dikenal aktif dalam kegiatan sosial serta kepartaian.
“Alhamdulillah, pelantikan berjalan lancar. Kami berharap kehadiran Mbak Nida mampu memberikan warna baru di DPRD Kudus, terutama sebagai wakil rakyat dari generasi muda dan kaum perempuan,” ujar Ketua DPRD Kudus, H Masan SE MM.
Ia menilai, latar belakang Nida yang berasal dari keluarga kepala desa menjadi modal penting dalam memahami isu-isu pemerintahan, terutama saat nanti bertugas di Komisi A yang membidangi bidang pemerintahan.
“Paling tidak, dia sudah paham struktur pemerintahan di tingkat bawah. Jika mampu bekerja secara konsisten, bukan tidak mungkin akan kembali terpilih di periode selanjutnya,” imbuh Masan.

Siap Perjuangkan Aspirasi
Dalam sambutannya usai pelantikan, Nida menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh partai serta dukungan dari keluarga besarnya.
“Terima kasih kepada PDI Perjuangan yang telah mempercayakan amanah ini kepada saya. Saya akan fokus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Gebog dan sekitarnya,” tutur Nida.
Salah satu persoalan yang menjadi prioritas Nida adalah peningkatan infrastruktur desa yang dinilai masih belum optimal. Ia berkomitmen untuk membangun komunikasi aktif dengan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan yang merata.
“Masih banyak infrastruktur desa yang perlu dibenahi. Kami akan sampaikan melalui forum-forum yang ada, termasuk reses,” jelasnya.
Bawa Misi Kaum Perempuan
Sebagai satu-satunya legislator perempuan PDIP saat ini, Nida juga membawa misi besar dalam isu pemberdayaan perempuan dan penurunan angka stunting.
“Saya ingin melibatkan ibu-ibu PKK, kader posyandu, dan kelompok perempuan lainnya dalam mencari solusi terhadap permasalahan gizi dan kesehatan anak di desa-desa,” tegas Nida.
Ia berharap kehadirannya di parlemen bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama perempuan, agar lebih aktif dalam dunia politik.
“Politik itu penting. Lewat politik, kita bisa membawa perubahan yang nyata. Saya ingin lebih banyak perempuan muda ikut terjun membangun daerah,” ujarnya.
Dengan semangat muda dan latar belakang keluarga yang dekat dengan masyarakat desa, Nida optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kudus.
Ads-Ali Bustomi













