blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima audiensi Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tinggal Hermawan bersama Direktur Operasional Agrinas Surya Lung, Kamis 7/8.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Pengelolaan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Tegalretno, Kecamatan Petanahan, mampu menyumbang ke pendapatan asli daerah (PAD) Kebumen sebesar Rp 402.481.744.

Hal itu terungkap dari audiensi Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tinggal Hermawan bersama Direktur Operasional Agrinas Surya Lung, saat melakukan audiensi di kediaman Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Kamis (7/8) 2025.

Saat audiensi, Bupati didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perikanan dan Kelautan Kebumen Asep Nurdiana.

Pada kesempatan tersebut Tinggal Hermawan dan Surya Lung juga menjelaskan bahwa BUBK Tegalretno di pantai selatan Kebumen operasionalnya akan dialihkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Tinggal menjelaskan, Agrinas sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus pada sektor usaha, akan mengambil alih pengelolaan BUBK.

“Ke depan fokus kami adalah terkait dengan budidaya BUBK, akan dialihkan ke kami dan akan kami kelola,”terang Surya Lung.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tinggal Hermawan dan Direktur Operasional Agrinas Surya Lung serta Kepala Dinas Lingkungah Hidup, Perikanan dan Kelautan Kebumen Asep Nurdiana, Kamis 7/8.(Foto:SB/Prokopim)

Surya menambahkan, KKP sebelumnya berfokus sebagai pemberi contoh budidaya udang yang baik, sedangkan Agrinas akan melanjutkan pengelolaan bisnis tersebut.

Merespons kabar ini, Bupati Kebumen Lilis Nuryani berpesan agar pelimpahan pengelolaan BUBK tetap melibatkan masyarakat.

“Tentu tujuannya untuk memberikan dampak positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,”jelas Bupati Lilis.

Terkait retribusi untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Surya Lung menegaskan, pihaknya menjamin jumlah yang diberikan tidak akan lebih rendah dari saat ini.

“Minimal tidak lebih rendah dari yang sekarang. Sistemnya mungkin bukan retribusi, bisa dengan skema yang lain atau apa pun itu kami akan negosiasi dengan Pemda,”terang Surya.

Proses inventarisasi aset untuk pelimpahan dari KKP kepada Agrinas saat ini masih berlangsung dan membutuhkan waktu.

Sebagai informasi, Kabupaten Kebumen telah menerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) perikanan budidaya sebesar Rp 402.481.744, selama periode Januari hingga Juli 2025. Jumlah ini berasal dari BUBK Tegalretno dan diserahkan dalam tiga tahap.

PT Agrinas Jaladri Nusantara merupakan BUMN yang didirikan untuk mendukung swasembada pangan dan implementasi ekonomi biru.

Bidang usahanya mencakup perikanan tangkap, budi daya, pengolahan hasil perikanan, serta rantai pasok dengan pendekatan modern berbasis riset dan teknologi, yang berorientasi pada keberlanjutan.

Komper Wardopo