WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Pemkab Wonosobo melalui Kantor Inspektorat Daerah setempat menggelar kegiatan “Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2025 (LARWASDA)” di Kantor Inspektorat Daerah setempat.
Kegiatan bertema “Sinergi Inspektorat Daerah dalam Mewujudkan Pelayanan Publik dan Membangun Sistem Pemerintahan Kabupaten Wonosobo yang Bersih dan Dapat Dipercaya oleh Seluruh Lapisan Masyarakat”, diikuti beberapa perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).
Acara yang berlangsung secara hybrid melalui platform Zoom dan kanal youtube WebTV, serta luring di Inspektorat Daerah Wonosobo, dihadiri Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Amir Husein, Sekretaris Daerah dan Asisten Setda.
BACA JUGA :Desa Maduretno Harumkan Nama Wonosobo Lewat Inovasi Rumah DataKu Tingkat Nasional
Selain itu, kegiatan juga diikuti 236 utusan Pemerintah Desa dan perwakilan Inspektorat Daerah wilayah sekitar.
Bupati Afif Nurhidayat menyampaikan gelar pengawasan daerah menjadi forum resmi penyampaian laporan pelaksanaan pengawasan tahun 2024. Baik yang dilakukan Kantor Inspektorat Daerah maupun pengawasan eksternal dari BPK.
“Tujuan utamanya, yakni membangun kesepahaman bersama dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel,” terang Bupati Wonosobo.
BACA JUGA : Pemulihan Berlanjut, Refund 100 Persen Bisa Diakses via CC121 dan Aplikasi Access by KAI
Momentum yang baik ini, menurutnya, tentu dapat menjadi bagian dari komitmen kita bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik.
Tagline Jongasi

Sementara itu, narasumber dari Kantor Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, Zainul Ulum menegaskan bahwa tagline antikorupsi adalah JONGASI.
JONGASI, kata dia, merupakan singkatan dari Jogo Integritas, Sinergi Ngawasi Korupsi, sebagai bagian dari kampanye Pariwara Anti Korupsi Tahun 2025.
BACA JUGA : Dengan Konvergensi, Gubernur Jateng dan Wakil Bupati Blora Sepakat Keroyokan Hapus Kemiskinan Ekstrem
Pihaknya berharap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang benar-benar berorientasi pada pelayanan, punya integritas dan semangat nasionalisme yang tinggi.
“ASN juga harus punya sikap profesionalisme yang tinggi dalam menjalankan tugas dan menjaga keutuhan NKRI. Pelayanan publik yang berintegritas adalah harga mati,” ujar Zainul.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan integritas, LARWASDA tahun 2025 ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan Wonosobo yang bersih dari korupsi dan dapat dipercaya oleh berbagai lapisan masyarakat.
BACA JUGA :33 Calon Paskibraka Blora Jalani Karantina dan Pelatihan Intensif
Selaras dengan hal tersebut, Pengelola Barang dan Jasa dari PBJ Setda Wonosobo, Sih Widiyanto, menjelaskan mengenai pengadaan barang dan jasa pasca terbitnya Perpres Nomor 46 tahun 2025.
“Yakni tentang pentingnya kesiapan desa dalam mengelola pengadaan secara mandiri. APBDes harus dikelola secara transparan dan terbuka,” tegas dia.
Menurutnya, ketika desa mampu merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pengadaan secara mandiri, maka sekarang wajib hukumnya menjadi desa swakelola.
Setelah sesi paparan dari Narasumber, kegiatan LARWASDA dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Inspektorat Awards bagi OPD dan juga Desa terbaik.
Muharno Zarka













