SEMARANG (SUARABARU.ID) – Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Semarang mengikuti pelatihan kemandirian budidaya jamur tiram di Lapas Semarang.
Dengan menggandeng Asosiasi Petani Jamur Kota Semarang (Apjaks), WBP diajari mulai dari cara pembuatan hingga pengolahan jamur. Sebanyak 20 orang WBP ikut dalam kegiatan pelatihan yang akan berlangsung hingga 12 hari mendatang.
Kepala Lapas Semarang, Fonika Affandi membuka pelatihan dengan menyerahkan identitas peserta pelatihan dan baglog secara simbolis. “Pelatihan ini akan memberikan dampak yang positif dan akan terus berlanjut. Lapas disini hadir tidak hanya menjadi tempat menghabiskan masa pidana melainkan juga tempat untuk membina warga binaan,” ungkapnya, Senin (4/8/2025).
Fonika menjelaskan, kegiatan pelatihan ini merupakan program dari Presiden, serta melaksanakan akselerasi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pelatihan ini diharapkan bisa memberdayakan WBP yang memang memiliki hobi untuk melaksanakan budidaya jamur.
Ketua Asosiasi Petani Jamur Kota Semarang, Hernanto mengapresiasi langkah Kalapas yang melibatkan Apjaks dalam pembinaan warga binaan.
“Mereka dibekali ilmu mengenai budidaya jamur. Yang pertama cara pembuatan media jamur, kemudian ada juga pelatihan pengolahan, nanti jamur akan dijadikan apa, bisa dijadikan krispi, sate pepes dan lainnya,” jelas Hernanto.
Menurut Hernanto, nilai bisnis budidaya jamur ini banyak sekali. Mulai dari media tanam yang belum panen sudah dapat dimanfaatkan untuk dijual. Dirinya berharap, dari pelatihan ini warga binaan yang ada disini saat keluar mampu menjadi pebisnis yang bermanfaat untuk masyarakat.
Ning S













