blank
Rektor Supari (tengah), saat meninjau salah satu stan yang ada di Expo KKN USM XXVI. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Mahasiswa Universitas Semarang (USM) yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) XXVI, di Kabupaten Semarang, menggelar Expo KKN di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Minggu (3/7/2025).

Mengusung tema ‘Sinergitas Peran KKN Dalam Ekonomi Berkelanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Stabilitas Politik, Program Tumbuh Kembang Anak, dan Manajemen Kebencanaan’, kegiatan ini menjadi ajang presentasi program kerja unggulan, dan potensi UMKM dari masing-masing desa serta kelurahan tempat mahasiswa KKN diterjunkan.

Sebanyak 737 mahasiswa USM diterjunkan dalam program KKN-PPM XXVI, di wilayah Ungaran Barat dan Timur. Di Kecamatan Ungaran Barat, mahasiswa USM melaksanakan pengabdian di 11 desa dan kelurahan, dengan total 385 peserta. Sedangkan di Kecamatan Ungaran Timur ada 352 mahasiswa yang tersebar di 10 desa dan kelurahan.

BACA JUGA: Tim PKM USM Sosialisasi Pentingnya Legalitas Usaha dan Sertifikasi Halal bagi UMKM

Keberadaan mereka di tengah masyarakat, diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program pemberdayaan dan inovasi lokal yang telah dirancang.

Rektor USM, Dr Supari ST MT menyampaikan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat. Dia mengaku senang, dapat menyaksikan secara langsung dampak program KKN yang dirancang bersama dosen dan mahasiswa, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Alhamdulillah, kita bisa melihat bersama kemajuan-kemajuan dari kegiatan KKN ini. Baik dari sisi pemberdayaan masyarakat, maupun penerapan teknologi hasil karya dosen dan mahasiswa. Tujuan KKN ini, sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat, dan bisa kita rasakan manfaatnya,” ujar Supari.

BACA JUGA: Prospek Kerja Lulusan Perencaaan Wilayah dan Kota USM Sangat Luas

Dia juga menambahkan, USM akan terus melakukan pemantauan dari satu pelaksanaan KKN ke KKN berikutnya. Hal itu agar kemajuan yang dihasilkan, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Semarang, Drs Rudi Susanto MM, yang mewakili Bupati Semarang, mengapresiasi kontribusi USM dalam pembangunan daerah.

”Kegiatan KKN ini merupakan bentuk nyata implementasi konsep pentahelix, terutama kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Kami berharap, ke depan kerja sama seperti ini terus ditumbuhkembangkan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tim PKM USM Beri Pelatihan Manajemen Risiko Konstruksi

Dia juga menyoroti potensi kerja sama lanjutan dengan USM, khususnya dalam penanganan kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Semarang.

”USM punya inovasi teknologi dari Fakultas Teknik, berupa sistem sumur resapan untuk menangkap air hujan, agar tidak menguap begitu saja. Kalau ini diterapkan, bisa mengurangi beban APBD, karena saat musim kemarau kami rutin memberikan bantuan air bersih,” imbuhnya.

Expo KKN USM XXVI menjadi penutup dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat, yang telah berlangsung sejak 8 Juli hingga 6 Agustus 2025.

Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja di desa atau kelurahan masing-masing, tetapi juga didorong untuk menyusun program berbasis kebutuhan lokal, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga penanggulangan bencana.

Riyan