blank
Tari Wiratani yang menceritakan tentang kegigihan para petani untuk mempertahankan Grobogan sebagai lahan penyangga nasional. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Ribuan pengunjung memadati Alun Alun Purwodadi untuk menyaksikan pagelaran budaya dalam rangka Expo HUT ke-78 Koperasi Nasional.

Terlihat euforia pengunjung yang menyaksikan pertunjukkan tersebut pada Sabtu (2/8/2025) malam.

Suasana kian semarak ketika Sanggar Candi Joglo Semar menghadirkan pertunjukan tari tradisional yang memukau.

BACA JUGA : Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Grobogan Agustus 2025, Cek di Sini! 

Penampilan Sanggar Candi Joglo Semar membuka malam dengan Tari Pendet Bali, disusul Tari Angguk Grobogan, dan ditutup dengan Tari Wiratani.

Ketiga tari ini sukses menyedot perhatian penonton yang rela duduk beralas tikar maupun langsung di pelataran Alun Alun demi menikmati hiburan budaya tersebut.

Tari Pendet Bali membuka pentas dengan gemulai gerakan penari yang anggun. Tarian ini merupakan salah satu pertunjukan unggulan dari objek wisata Candi Joglo di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan.

Berikutnya, Tari Angguk tampil unik dengan balutan kostum bergaya serdadu Belanda. Para penari memerankan pejuang lokal yang menyamar sebagai tentara kolonial untuk mengelabui dan menyusup ke pertahanan musuh.

Andika Respati, penanggung jawab Sanggar Candi Joglo Semar, menyampaikan bahwa tari tersebut merefleksikan kecerdikan para pejuang Grobogan dalam menghadapi penjajah.

“Lewat pertunjukan seni, para pejuang berhasil mengelabui tentara Belanda yang lengah karena hiburan. Ini bagian dari sejarah perjuangan yang kami kemas dalam bentuk tari,” jelas Andika.

Usai Tari Angguk, pengelola Candi Joglo Semar, Muhadi, turut tampil bersama finalis Mas dan Mbak Grobogan 2025.

Mereka mempromosikan kekayaan budaya, wisata, dan kuliner lokal kepada masyarakat yang hadir di pagelaran expo tersebut.

Acara berlanjut dengan Tari Wiratani yang menggambarkan semangat dan ketangguhan petani Grobogan dalam mengelola lahan pertanian sebagai pilar ketahanan pangan nasional.

Tarian ini menegaskan peran strategis Grobogan sebagai lumbung pangan yang subur dan produktif serta kaya hasil sentra pertaniannya.

Tak hanya menjadi hiburan, pertunjukan tari tradisional ini juga mengukuhkan identitas budaya lokal. Masyarakat terlihat sangat antusias menikmati setiap penampilan yang disuguhkan.

Expo HUT ke-78 Koperasi Nasional sendiri telah berlangsung sejak tiga hari sebelumnya. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Grobogan.

Pameran ini menghadirkan puluhan stan UMKM serta instansi pemerintahan.

BACA JUGA : Xynergy KAI Expo 2025 Even Perkeretaapian dan Wisata Terbesar, Meriah Dipadati 9.425 Pengunjung

Produk-produk khas seperti batik dan kuliner lokal menjadi daya tarik tersendiri di sela pentas budaya.

Pagelaran tari dari Sanggar Candi Joglo Semar dalam Expo ini menegaskan bahwa Grobogan tak hanya kaya akan potensi ekonomi saja.

Namun, Grobogan dipenuhi warisan budaya yang patut dijaga dan dikembangkan kelestariannya.

TYA WIDYA