blank
Salah satu penerima manfaat dari PT Djarum, yang membangunkan Rumah Sehat Layak Huni bagi wagra tidak mampu di Kabupaten Temanggung. Foto: dok/ptdjarum

TEMANGGUNG (SUARABARU.ID)– Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK, memberikan apresiasinya pada PT Djarum, yang telah memberikan kepedulian besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui pembangunan rumah sehat layak huni.

Dia berharap, program ini dapat memotivasi para warga kabupaten yang dipimpin Bupati Agus Setyawan ini, agar semakin produktif demi menggapai kualitas kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

”PT Djarum merupakan panglima tanpa tanda jasa, karena telah bergerak melalui kegiatan kemanusiaan dalam rangka memangkas kemiskinan di Jawa Tengah,” kata gubernur pada sejumlah awak media, usai acara seremoni serah terima secara simbolis penerima bantuan Rumah Sehat Layak Huni (RSLH), di Gedung Sasana Gita, Parakan, Kabupaten Temanggung, Rabu (30/7/2025).

BACA JUGA: Dirbinmas Polda Jateng Buka Diklat Satpam Gada Pratama

Disampaikan juga, saat ini terdapat 1.012.000 rumah kurang layak huni di Jateng. Tentunya ini perlu kolaborasi semua sektor, termasuk yang sudah dijalankan PT Djarum. Kami mewakili warga Jateng menyampaikan terima kasih. Semoga PT Djarum selalu jaya, dan saya juga meminta sektor swasta yang lain, meniru langkah yang sudah dilakukan PT Djarum,” imbuh Ahmad Luthfi.

Pada kesempatan yang sama, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto menyatakan, serah terima RSLH kepada 15 warga Temanggung ini, merupakan kontribusi positif perusahaan terhadap warga kurang mampu, yang selama ini telah berkolaborasi dengan baik dalam industri tembakau.

”Kami menyadari, Temanggung merupakan sentra penghasil tembakau yang memberikan kontribusi besar terhadap perusahaan. Sehingga wajar rasanya, jika kami memberikan timbal balik dengan membantu masyarakat kurang mampu di wilayah ini, untuk memiliki hunian yang sehat, nyaman dan aman untuk ditinggali,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pemkab Kebumen Beri Penghargaan kepada Wajib Pajak Teladan

Lewat program bedah rumah itu, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang itu, mengacu pada tiga aspek dasar, aman, nyaman dan sehat untuk ditinggali. Program ini menerapkan total intervensi, sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunannya.

Setiap rumah direnovasi atau dibangun ulang, dengan anggaran sekitar Rp 60 juta, dengan luasan setiap rumah yang telah direnovasi mencapai 34 meter persegi, meliputi ruang tamu, dua kamar tidur, satu kamar mandi dan dapur.

”Tiga aspek dasar itu, menjadi pedoman kami dalam merenovasi ataupun membangun ulang rumah warga penerima bantuan. Karena kami ingin, setiap yang tinggal di rumah itu merasa aman, nyaman dan sehat,” lanjutnya.

BACA JUGA: Usai Nonton Orkes, Seorang Pemuda di Jepara Dikeroyok hingga Tewas

Seperti diketahui, renovasi 15 rumah di Kabupaten Temanggung ini merupakan rangkaian dari program RSLH PT Djarum, yang sepanjang 2025 ini menargetkan akan merenovasi 350 rumah di wilayah Kudus, dan beberapa kabupaten di Jateng.

Bila ditarik mundur sejak 2022, renovasi rumah yang sudah dan akan dilakukan PT Djarum hingga akhir tahun nanti, mencapai 620 hunian, yang tersebar di Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara serta Purbalingga.

Kali ini sebanyak 15 hunian di Kabupaten Temanggung, direnovasi dan dibangun ulang dengan total biaya mencapai Rp 900 juta. Program ini juga dimaksudkan, untuk membantu langkah pemerintah dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Jateng.

BACA JUGA: Kongres Persatuan PWI 2025 Ditetapkan di BPPTIK Komdigi Cikarang

Di Kabupaten Temanggung, penerima bantuan berasal dari dua desa, yakni Desa Bonjor, Kecamatan Tretep sejumlah lima rumah, dan Desa Glapansari, Kecamatan Parakan sebanyak 10 rumah.

Salah satu penerima bantuan RSLH adalah Sobirin, warga Desa Bonjor, Kecamatan Parakan. Rasa syukur terpancar jelas dari wajahnya, karena rumah yang dihuni selama puluhan tahun itu, kini menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditinggali bersama keluarganya.

”Dulu rumah saya hanya terbuat dari papan triplek, dengan fondasi seadanya. Sebagai pekerja serabutan di sawah, saya tak mampu membangun rumah yang layak. Untunglah keluarga saya terpilih sebagai penerima manfaat untuk renovasi rumah dari PT Djarum,” kata pria pemilik rumah dengan ukuran 30 meter persegi ini.

BACA JUGA: Turut Dukung Ketahanan Pangan, Perhutani KPH Purwodadi Terima Penghargaan dari Polres Grobogan

Kini rumahnya berdiri megah, dengan lantai keramik dengan tambahan dapur dan kamar mandi yang layak. Dengan material herbel dan atap seng, rumah yang kini dia tempati kini lebih nyaman, tak lagi bocor dan berangin.

”Alhamdulillah, rumah kami sudah pantas ditinggali untuk anak dan istri saya. Terima kasih PT Djarum yang telah membangun rumah untuk keluarga kami,” ungkap Sobirin penuh haru.

Riyan