JEPARA (SUARABARU.ID) – Untuk mempercepat akses mendapatkan BBM bersubsidi bagi nelayan di Jepara, Dinas Perikanan Kabupaten Jepara resmi menjalin kerja sama dengan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI. Kerja sama ini dituangkan dalam perjanjian tentang pertukaran data yang digunakan pada Sistem Informasi E-Pas Kecil dan Aplikasi NINJA (Nelayan Indonesia Jaya).
Ha tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perikanan Farikhah Elida, S.T, M.T kepada SUARABARU.ID di ruang kerjanya Rabu (30/7-2025) terkait dengan penandatanganan kerjasama pertukaran data yang digunakan pada sistem Informasi E-Pas Kecil dan Aplikasi Nelayan Indonesia Raya yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu di Jakarta.
Penanda tanganan dilakukan Kepala Dinas Perikanan Farikhah Elida, dan Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI, Samsudin

Menurut Elida, kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola data kapal nelayan serta mempercepat pelayanan akses BBM bersubsidi bagi nelayan. “Melalui integrasi data kapal, jam operasional mesin, konsumsi BBM, dan data lainnya, diharapkan proses layanan terhadap nelayan utamanya dalam penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi akan lebih cepat, transparan, dan akurat,” ujarnya
Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam memberikan perlindungan terhadap nelayan melalui pengelolaan data kapal nelayan, mendorong transformasi digital dalam layanan publik perikanan, serta meningkatkan efisiensi dan transparansi distribusi BBM bersubsidi. “Muara semua itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Jepara,” ujar Elida

Saat ini jumlah kapal di bawah 5 GT milik nelayan Jepara, termasuk Karimunjawa adalah 3.600 buah. Sedangkan jumlah nelayan Kabupaten Jepara sekitar 8.900 orang.
“Untuk memberikan pelayanan kepada nelayan mendapatkan BBM bersubsidi, Jepara telah memiliki aplikasi NINJA atau Nelayan Indonesia Jaya yang memberikan kemudahan nelayan untuk mengurus rekomendasi pembelian BBM bersubsidi. Sebab aplikasi ini telah terintegrasi dengan BPH Migas dan Pertamina hingga pengurusan rekomendasi muda . Ini satu-satunya di Indonesia,” ujar Elida.
Ia juga mengungkapkan, sebelum ada aplikasi Ninja, nelayan harus mengurus rekomendasi secara manual dengan datang langsung ke kantor Dinas Kelautan. Kini mereka dapat mengurus rekomendasi secara online dari rumah, termasuk yang tinggal di Karimunjawa. Ini juga bagian dari program Digitalisasi Desa yang diusung Bapak Bupati Jepara,” ungkap Elida.
Untuk memberikan pelayanan kepada nelayan juga telah diberlakukan E-Pas. “Melalui kerjasama Dinas Perikanan Kabupaten Jepara dengan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI juga semakin mudah. Karena bisa dilakukan secara online dengan syarat yang mudah,” terangnya.
Untuk pelayanan BBM bagi nelayan Jepara, baru saja di resmikan SPBUN di Kelurahan Bulu. “Penambahan SPBUN ini tentu akan memudahkan nelayan Jepara untuk mendapatkan BBM. Namun kami juga masih merencanakan untuk menambah SPBUN,” pungkasnya.
Hadepe













