KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)- Sebanyak 4.000 pelari mengikuti ajang Rupiah Borobudur Playon 2025 dan menyusuri sejumlah desa di Kawasan Candi Borobudur, Minggu ( 27/7/2025). Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Magelang.
“Rupiah Borobudur Playon 2025 ini bertujuan untuk menyukseskan wisata olahraga dan mendukung perputaran ekonomi di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Magelang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesua Jateng Rahmat Dwisaputra di sela-sela ajang Rupiah Borobudur Playon 2025 di Taman Lumbini Zona II Taman Wisata Candi Borobudur, Minggu ( 27/7/20205).
Rahmat mengatakan, ajang lari Rupiah Borobudur Playon 2025 ini merupakan acara ketiga kalinya digelar Bank Indonesia Jawa Tengah. Jumlah pelari pada Rupiah Borobudur Playon 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, saat pertama kali digelar pada tahun 2023 lalu, pelari yang mengikuti sebanyak 2000 pelari. Kemudian, di tahun 2024 kemarin diikuti sebanyak 3500 pelari dan tahun ini sebanyak 4.000 pelari.
Ia menambahkan, pada ajang Rupiah Borobudur Playon 2024 lalu, perputaran uang mencapai Rp 5 miliar dan sebagian besar di sektor perdagangan, hotel dan restoran. Harapannya, di Rupiah Borobudur Playon tahun ini, perputaran uang lebih besar dibandingkan sebelumnya, karena jumlah pesertanya lebih banyak.
Rahmat Dwisaputra menjelaskan, uang pendaftran peserta Rupiah Borobudur Playon 2025 terkumpul mencapai Rp 612 juta. Dana yang terkumpul tersebut kemudian didonasikan untuk kesejahteraan masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Magelang.
“Uang pendaftaran peserta Rupiah Borobudur Playon 2025 ini mencapai Rp 612 juta akan didonasikan untuk menambah kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Magelang. Pemkab Magelang yang akan menentukannya, ini kegiatan dari masyarakat ke masyarakat,”katanya.
Asisten Sekda bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, Bank Indonesia selalu menghidupkan aktivitas perekonomian masyarakat Jawa Tengah. Selain itu, Bank Indonesia juga aktif dalam mendorong pembayaran transaksi non tunai, sehingga bisa menggerakkan uang berputar lebih besar lagi.
“Langkah kolaborasi positif dengan Bank Indonesia Jateng tersebut, menggerakkan sektor pariwisata lebih luas termasuk juga mendorong transaksi UMKM. Kita berharap, sektor pariwisata berjalan, terjadi perputaran ekonomi di masyarakat dan UKMN bergerak,”katanya. W. Cahyono













