blank
Foto bersama dosen pembimbing dan mahasiswa KKN Kolaborasi bersama Carik Desa Karimunjawa. Foto: SB / gunboi

JEPARA (SUARABARU.ID) – Tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, dan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) Ungaran, resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi di Desa Karimunjawa.

Kegiatan ini diawali dengan penerjunan tingkat tingkat kabupaten yang telah dilaksanakan pada 21 Juli 2025 bertempat di Kampus UNISNU Jepara, menyusul penerjunan desa yang dilaksanakan Kamis 24 Juli 2025 di Aula Balai Desa Karimun Jawa.

Sebanyak 37 peserta KKN dari ketiga universitas tersebut terlibat dalam kegiatan ini dan akan menjalankan pengabdian masyarakat selama 40 hari ke depan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kolaborasi lintas kampus dalam mewujudkan pengabdian yang berkelanjutan dan berdampak langsung kepada masyarakat.

blank
Foto bersama Dosen Pembimbing Lapangan bersama Sekdes Karimunjawa usai penyematan peserta secara simbolis. Foto: SB / Gunboi

Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UNISNU Jepara, Gunawan Mohammad, S.T., M.T memperkenalkan seluruh peserta KKN agar terjalin keakraban dengan pemerintah desa. Ia juga menyampaikan beberapa program kerja yang menjadi tugas yang tugas peserta KKN kali ini.

“Tidak ada tema khusus untuk kelompok kolaborasi ini. Namun kami rasa tema besarnya dapat mewakili ketiga universitas, yaitu : peran kader aswaja sebagai penggerak inovasi sosial, ekonomi dan teknologi untuk kemaslahatan bangsa,” terang Gunawan Mohammad.

Ia juga menjelaskan dengan berbagai sub tema yang sudah disusun diharapkan  mahasiswa dapat menerjemahkan dengan baik. Untuk itu, dalam 1 pekan kedepan dapat diperdalam lagi dengan calon mitra sasaran apa kebutuhannya dan apa yang bisa kita berikan, sehingga harapan berdampak dapat benar-benar dirasakan.”, ucapnya.

blank
Foto bersama di tugu nol kilo meter Karimunjawa.

Sementara  Aria Dipa Tanjung, S.Pt., M.Si selaku DPL dari UNDARIS menyampaikan bahwa tujuan utama dari KKN ini adalah untuk mengubah pola pikir masyarakat ke arah yang lebih baik, khususnya dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan. “Seminggu ke depan, kami mohon arahan dan bimbingan dari pemerintah desa agar program-program dari teman-teman KKN dapat berjalan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Sedangkan  Wahyu Arif Raharjo, S.IP., M.Int.Rel. perwakilan dari UNWAHAS menambahkan bahwa program KKN kolaborasi ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah masyarakat, menerapkan ilmu yang dimiliki, sekaligus memperkuat sinergi antarperguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi aktif dan adaptif selama pelaksanaan kegiatan KKN di lapangan.

Pemerintah Desa Karimun Jawa, yang diwakili oleh sekretaris desa, Sutrisno, S.E. menyambut hangat kehadiran para mahasiswa peserta KKN. “Kami mewakili pemerintah desa Karimun Jawa mengucapkan terima kasih karena telah memilih desa kami sebagai lokasi pengabdian. Kami sangat berharap kegiatan KKN ini bisa berkolaborasi erat dengan pemerintah desa maupun masyarakat agar hasilnya benar-benar terasa dan bermanfaat bagi semua pihak,” tuturnya.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kegiatan KKN ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Karimunjawa.

Hadepe –  -gunboi-