KUDUS (SUARABARU.ID) – Di belakang Balai Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, kini nampak berbeda. Di lahan yang sebelumnya kosong, kini berdiri kandang ayam petelur portabel yang ramai dengan suara kokok ayam petelur. Seorang prajurit TNI nampak cukup sigap memanen telur yang dihasilkan.
Tak jauh dari di sisinya, beberapa ekor kambing Sapera tampak berebut minum susu dari botol yang di berikan oleh seorang prajurit lainnya. Kambing Sapera, adalah varietas kambing yang cukup ekonomis. Harga untuk satu ekor umut 1 tahun bisa mencapai Rp 4-6 juta.
Sementara, barisan tanaman hidroponik berjajar rapi memamerkan daun-daun hijau segar. Aneka sayur mulai dari kangkung, sawi, dan berbagai jenis lainnya nampak menyegarkan pandangan mata.
Program ketahanan pangan tersebut tak lain dan tak bukan adalah berkat sentuhan tangan-tangan prajurit TNI dalam program TMMD Reguler ke-125 Kodim 0722/Kudus, yang resmi dibuka pada Rabu, 23 Juli 2025 dalam sebuah upacara di lapangan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe.
Dalam pembukaan TMMD, hadir berbagai unsur pimpinan daerah, mulai dari Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Ari Prasetya, Sekda Kudus Revlisianto Subekti, Ketua DPRD Kudus Masan, hingga Kapolres dan Kajari Kudus.
Selama hampir satu bulan, hingga 21 Agustus mendatang, ratusan personel TNI bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan desa yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.
Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD tahun ini juga menaruh perhatian besar pada sektor ketahanan pangan. Prajurit TNI yang biasanya berjibaku dengan latihan tempur, kini ikut mengolah lahan, merawat ternak, dan bahkan merangkai instalasi hidroponik. Semuanya demi menciptakan sistem pertanian terpadu yang bisa menjadi percontohan bagi warga desa.
Letkol Inf Hermawan Setya Budi, Dandim 0722/Kudus, menyebut bahwa program ini adalah salah satu bentuk nyata kontribusi TNI dalam memperkuat ketahanan nasional dari akar rumput. “Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Kami ingin hadir, bukan hanya sebagai penjaga batas negara, tapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun,” ujarnya.
Di samping kandang ayam dan kebun hidroponik, berbagai proyek infrastruktur juga digenjot selama pelaksanaan TMMD. Betonisasi jalan sepanjang 1.250 meter, pembangunan jembatan, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), pembuatan sumur bor, hingga perbaikan tempat ibadah dan sanitasi menjadi sasaran fisik utama.
Total nilai anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp 1,6 miliar, berasal dari gabungan dana TNI AD, APBD Provinsi Jawa Tengah, dan APBD Kabupaten Kudus.
Namun bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi fokus. TMMD Reguler ke-125 juga membawa berbagai program non-fisik, seperti penyuluhan bela negara, pencegahan narkoba, pelatihan keterampilan warga, hingga edukasi pertanian dan pemberdayaan UMKM.
Dalam sambutannya, Sekda Kudus menyampaikan pesan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang menyebut TMMD sebagai simbol sinergi dan semangat gotong-royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.
“TMMD bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik, tapi juga cermin dari semangat kebersamaan untuk membangun desa yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Revlisianto.
Program TMMD tahun ini dilaksanakan dalam empat tahap sepanjang 2025, menyasar empat desa, yakni Desa Wates, Sadang, Kandangmas, dan Getasrabi. Masing-masing membawa semangat yang sama yakni mendekatkan prajurit TNI dengan rakyat.
Ali Bustomi













