PAMEKASAN (SUARABARU.ID) – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 01 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menunjukkan kepedulian mereka terhadap kebersihan lingkungan dengan memfasilitasi pembangunan bank sampah yang di resmikan belum lama ini di Desa Lesong Daja, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan
Ide ini muncul setelah tim KKN tanggal 27 Juni 2025 diterjunkan ke desa melakukan observasi dan diskusi dengan masyarakat di Desa Lesong Daja. “ Kami melihat masih banyak sampah yang di buang sembarangan karena keterbatasan fasilitas. Oleh karena itu, kami berinisiatif membuat bank sampah dari bahan semen dan batu bata agar agar tahan lama dan mudah di rawat,” ujar Ketua Tim KKN 01 UTM, Moh Rizal.
Baca Juga : Tasyakuran Harlah PKB Ke-27 Dihadiri Bupati dan PCNU Jepara

Ia menjelaskan, program ini hadir sebagai solusi atas permasalahan yang selama ini dihadapi masyarakat desa, yakni tidak tersedianya tempat pembuangan sampah yang layak dan terorganisir.
“Kondisi ini menyebabkan sampah rumah tangga sering kali dibuang secara sembarangan, yang pada akhirnya mencemari lingkungan dan menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran tanah dan air hingga meningkatnya risiko penyakit,” ungkap Tutik Ayu, anggota tim.
Baca juga : BNNP Jateng: Sekolah di Banyumas Siap Jadi Zona Bebas Narkoba
“Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif membuatkan fasilitas bank sampah permanen sebagai langkah awal dalam membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah yang lebih baik,” tutur Tutik Ayu
Aparat Desa Lesong Daja yang juga penanggung jawab mahasiswa KKN Agus menyampaikan dukungan penuh atas program mahasiswa KKN kelompok 01. Mereka berharap kegiatan semacam ini mampu memberikan dampak positif antara mahasiswa dan masyarakat, serta memberikan dampak nyata yang berkelanjuta.
Baca Juga : Akselerasi Pembangunan Daerah, Pemprov Jateng Gandeng 18 Lembaga PWNU
Sementara dosen pembimbing KKN Hamman Lc, M.Sy berharap hasil KKN UTM dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Lesong Daja mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan pentingnya menjaga lingkungan agar lebih indah.
“Selain itu, pembuatan bank sampah menjadi salah satu langkah kecil namun berdampak besar dalam membangun desa yang sehat dan lingkungan lebih indah, bersih dari sampah,” pungkas Hamman.
Hadepe / Tutik Ayu – Melly













