JEPARA (SUARABARU.ID) — Di tengah persaingan akademik yang semakin ketat, memang peran bimbingan belajar (bimbel) kini menjadi salah satu pilihan utama bagi pelajar dan orang tua. Bimbel bukan lagi sekadar pelengkap sekolah formal, namun kini dianggap sebagai “senjata rahasia” untuk mendapatkan tambahan ilmu yang membantu pemahaman akademik dan membantu nilai siswa menjadi semakin terbaik.
Maka di sebuah sudut kota Jepara tepatnya di dekat perempatan Rahayu Potroyudan tampak anak-anak usia sekolah ramai berlalu lalang pulang dan pergi pada sore hingga malam hari. Mereka tampak serius menimba ilmu di Balai Bimbingan Belajar Non Formal Rumah Pintar Alfabeta. Sebuah tempat belajar yang melayani kelas belajar anak-anak usia sekolah dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
Salah satunya adalah Keyla (16), siswi kelas 10 SMA di SMA 1 Jepara, yang rutin mengikuti bimbel sejak SMP dan sekarang masuk di SMA favorit yang dia impikan. Dia berujar, bahwa sejak awal memang berniat menambah durasi belajar agar semakin memahami materi sekolah. Baginya, belajar di Alfabeta memberi struktur belajar yang lebih fokus, dengan materi yang lebih mendalam, dan latihan soal yang menunjang pemahaman materi di sekolahnya.
Hal ini pun juga diakui oleh para orang tua yang mendaftarkan anak mereka di Rumah Pintar Alfabeta. Saat melakukan pendaftaran, sebagian dari mereka mengakui kewalahan untuk mengawasi kegiatan belajar dirumah, dan khawatir anak-anak tidak fokus karena gadget sehingga lebih memilih bimbel sebagai penunjang prestasi akademik anak-anak mereka.

Sebenarnya keresahan terhadap tumbuh kembang anak juga awalnya dirasakan Pak Sulis, panggilan akrab dari Sulistyono Sofyan sebagai pemilik Rumah Pintar Alfabeta. Ia berkisah bahwa bimbel ini terbentuk karena keresahan terhadang putranya yang berpindah sekolah SD dari Semarang ke Jepara pada tahun 1999.
Dimana ternyata pada awalnya tidak ada fasilitas pelajaran Bahasa Inggris di jenjang SD. Maka ia memberanikan diri membuat bimbel Bahasa Inggris untuk mengajar ananda sekaligus teman-temannya.
Di tahun itu juga ia mulai menjadi pengajar Bahasa Inggris tingkat SD Pertama di Jepara yang mana mengajar Sekolah Dasar pada kelas 3 hingga kelas 6 dengan program Muatan Lokal kala itu. Semakin berkembangnya waktu, di tahun 2003 Alfabeta mulai menambah mata pelajaran pokok seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Informatika dan mata pelajaran lainnya serta menambah jumlah kelas hingga SMP dan SMA bahkan jenjang PMB.
Alfabeta tahun ini juga akan membuka kelas Coding dan AI yang mana merupakan program Kementrian Pendidikan yang baru.
Bimbel Alfabeta ini juga dikenal sangat terjangkau bagi para orang tua yang berpenghasilan kurang. Bahkan dengan uang pembayaran tahunan yang jauh lebih murah di banding bimbel yang lain, sistem pembayarannya pun bisa di cicil sebanyak enam kali dalam semester awal sehingga tidak memberatkan orang tua.
Alfabeta juga memberikan voucher-voucher les selama setahun untuk acara-acara pemda maupun pemenang lomba-lomba yang ada di jepara. Ada juga kuota beasiswa yang diberikan kepada anak yatim usia SD yang dapat mengikuti kelas bimbel tanpa dipungut biaya apapun.
Untuk Jumlah guru ada 34 dengan pengalaman dan kualitas yang baik mencakup seluruh pelajaran seperti Bahasa Inggris, Informatika, Kimia, Fisika, PGSD dan lainnya. Ada beberapa guru yang memang lama bahkan sudah dua puluh tahun lebih mengajar di Alfabeta. Yang mana juga tersedia kelas privat di setiap mata pelajarannya.
Hadepe – Septiana Wibowo













