KUDUS (SUARABARU.ID) – Pemandangan memprihatinkan terlihat saat Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) di wilayahnya. Ia terkejut sekaligus prihatin menemukan kondisi bangunan sekolah yang rusak parah dan mengancam keselamatan siswa.
Dalam kunjungan ke SDN 1 Kesambi, Sabtu (19/7/2025), Bupati Sam’ani menyaksikan langsung kondisi ruang kelas dengan atap yang sebagian telah ambrol. Beberapa ruang bahkan hanya bisa difungsikan berkat penyangga kayu yang dipasang darurat.
Situasi serupa juga ditemukan di SDN 5 Ngembalrejo. Salah satu ruang kelas di sana masih dipakai untuk kegiatan belajar meski atapnya sudah rusak parah dan terpaksa disangga kayu agar tidak roboh.
Alhasil, ruang kelas yang atapnya ambrol tersebut dikosongkan sementara untuk menghindari terjadinya korban.
“Saya sangat terkejut sekaligus sedih melihat kondisi ini. Jangan sampai anak-anak menjadi korban jika plafon tiba-tiba runtuh,” ujar Sam’ani usai meninjau kedua sekolah tersebut.
Koordinasi dan Evaluasi Menyeluruh
Sebagai respons atas temuan tersebut, Sam’ani berencana segera menggelar rapat koordinasi khusus bersama seluruh kepala sekolah. Langkah ini diambil agar setiap sekolah melaporkan kondisi sarana-prasarana serta proses kegiatan belajar-mengajar secara berkala.
“Kita akan jadwalkan rapat bersama semua kepala sekolah. Nantinya mereka wajib menyampaikan kondisi terkini, termasuk sarpras yang mengalami kerusakan,” tegasnya.
Menurutnya, para kepala sekolah nanti akan diberikan kuisioner yang bisa diisi mengenai kondisi bangunan sekolah yang dipimpinnya. Kuisioner tersebut dilengkapi foto kondisi bangunan sekolah terkini.
“Jadi nanti mudah untuk mengklasifikannya,”tandasnya.
Untuk penanganan kerusakan, Bupati Sam’ani menyatakan bahwa Pemkab Kudus telah menyiapkan anggaran pemeliharaan rutin sekolah. Dana ini ditujukan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak, terutama yang belum mendapatkan alokasi dari APBD Murni maupun Perubahan.
“Tahun ini kita siapkan Rp700 juta untuk sekolah-sekolah yang kondisinya sangat parah dan belum ter-cover APBD. Anggaran ini fleksibel dan bisa digunakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Plt Kepala SDN 5 Ngembalrejo, Sumani, mengungkapkan bahwa kerusakan plafon di sekolahnya sudah terjadi sejak sebelum ia menjabat pada 2024. Ia juga menyebut pihak sekolah telah dua kali mengajukan permohonan perbaikan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.
“Kami sudah laporkan ke dinas. Semoga segera mendapatkan anggaran untuk perbaikan,”katanya.
Ali Bustomi













