SEMARANG (SUARABARU.ID)– Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Layanan Konseling (UKM Pilus) Universitas Semarang (USM), menggelar Penyuluhan Antinarkoba di SMPN 34 Semarang, Jalan Tlogomulyo, Kecamatan Pendurungan, Semarang, Senin (14/7/2025).
Kegiatan yang diikuti 288 siswa baru itu bertajuk, ‘Menguatkan Ketahanan Mental dan Moral Pelajar sebagai Benteng Pertama Melawan Narkoba’. Hadir sebagai narasumber, perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Semarang, Chandra Eka Sariningsih SSos MA.
Ketua UKM Pilus USM, Isniwati mengatakan, tujuan kegiatan itu untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pelajar, mengenai bahaya narkoba. Baik dari sisi kesehatan fisik dan mental, maupun dari dampak sosial dan hukum yang ditimbulkannya.
BACA JUGA: Upaya USM Ciptakan lapangan Kerja Melalui Job Fair & Career Expo 2025
Selain itu juga, peserta diajak mengenali strategi pencegahan melalui pendekatan edukatif serta penguatan ketahanan pribadi.
”Kami berharap, melalui kegiatan ini para pelajar mampu membangun kesadaran sejak dini untuk menjauhi narkoba, dan memperkuat ketahanan moral serta mental, demi mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif,” tandasnya.
Sedangkan Kepala SMPN 34 Semarang, Arbaa Isnani Nuraini SPd meminta, para siswa tidak terpengaruh oleh rasa penasaran terhadap narkoba.
BACA JUGA: Tim KKN USM Lakukan Penghijauan dan Pemasangan Biopori di Desa Kawengen
”Semoga dengan adanya penyuluhan ini, para siswa bisa menghindari narkoba, bukan malah penasaran dan mencoba. Sebab jika sudah terjerumus, hukumannya cukup berat,” sarannya.
Sementara itu, Chandra Eka Sariningsih menyampaikan, banyak jenis-jenis narkoba yang beredar di masyarakat. Dampak yang ditimbulkan akibat mengomsumsi narkoba, bisa jangka pendek dan panjang. ”Itulah pentingnya menjaga ketahanan mental sejak usia remaja,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia tak hanya mengedukasi, tapi juga memberikan motivasi yang menggugah hati peserta.
”Mengenal, menerima, dan mengelola diri itu butuh proses. Setiap orang bertumbuh dalam cara dan waktunya masing-masing. Kuncinya tetap tenang dan fokus pada tujuan, serta tidak menjadikan narkoba sebagai jalan keluar dari masalah,” tuturnya.
Riyan













