JEPARA(SUARABARU.ID) – Penurunan prevalensi stunting tetap menjadi perhatian serius di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Untuk memacu kinerja pemerintah desa Kecamatan Mlonggo kembali menggelar Lomba Percepatan Penurunan Stunting.
“Untuk tahun ini, penilaian kami mulai pada Kamis, 17 Juli 2025 di Desa Suwawal. Ini sudah tahun ketiga berturut-turut kami melaksanakan lomba ini. Kami bekerja sama dengan Puskesmas dan PLKB,” kata Camat Mlonggo Sulistiyo.
Dia menyebut, lomba itu digelar agar seluruh pemangku kepentingan di masing-masing desa, terlibat dalam upaya konvergensi mencegah dan mengentaskan balita dari kondisi gagal tumbuh normal, akibat kekurangan gizi kronis tersebut.
Sesuai kerangka lomba, Sulistiyo menyebut penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang, seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.
“Stunting memengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit,” tambahnya.
Delapan, atau seluruh desa di Kecamatan Mlonggo mengikuti lomba ini.
“Per Juni 2025 terdapat 37 balita se-Kecamatan Mlonggo yang mengalami stunting,” tambah Sulistiyo. Jumlah itu setara 0,81 persen dari total entry balita sebanyak 4.565.
Di Desa Suwawal, desa yang tahun ini mendapat kunjungan pertama tim penilai, terdapat 3 balita stunting atau 0,42 persen dari total entry balita sebanyak 716.

Pada dua tahun pertama penyelenggaraan Lomba Percepatan Penurunan Stunting se-Kecamatan Mlonggo, kata Sulistiyo, Desa Suwawal selalu menjadi yang terbaik.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Mlonggo, Mujoko, menambahkan, tahun ini penilaian akan berakhir pada 28 Juli 2025. Instrumen penilaian lomba ini meliputi regulasi dan kelembagaan, penanganan permasalahan stunting, inovasi, dukungan anggaran, tanggung jawab sosial perusahaan dan swadaya masyarakat, hingga evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya.
Hadepe













