SEMARANG (SUARABARU.ID) – Tingkatkan keimanan dan ketakwaan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan Rabu Taqwa, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah tersebut menghadirkan Teguh Priono sebagai pemateri kajian keagamaan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Teguh Priono mengangkat tema mengenai hikmah dari kisah Nabi Musa AS dan Fir’aun, serta keutamaan bulan Muharram dan pelaksanaan puasa Asyura.
Ia menekankan pentingnya keyakinan seorang muslim terhadap janji Allah SWT yang pasti benar dan akan terjadi sesuai dengan ketetapan-Nya.
Hal tersebut dapat dipelajari dari perjalanan hidup Nabi Yusuf AS dan Nabi Musa AS sebagaimana diabadikan dalam Alquran. Bani Israil yang merupakan keturunan Nabi Ya’qub AS pada awalnya hidup di Mesir setelah Nabi Yusuf AS dipercaya menjadi pejabat di negeri tersebut.
Seiring berjalannya waktu terjadi perselisihan hingga akhirnya Fir’aun berkuasa dan melakukan penindasan terhadap Bani Israil.
Karena khawatir kehilangan kekuasaan akibat ramalan mengenai lahirnya seorang anak dari Bani Israil yang kelak akan menghancurkan kerajaannya, Fir’aun memerintahkan pembunuhan terhadap seluruh bayi laki-laki Bani Israil.
Pada saat itulah Allah SWT memberikan ilham kepada ibu Nabi Musa AS untuk menghanyutkan putranya ke Sungai Nil.
Atas kehendak Allah SWT, Nabi Musa AS justru ditemukan dan dibesarkan di lingkungan istana Fir’aun sendiri. Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa tidak ada satu pun yang mampu menghalangi ketetapan Allah SWT apabila Dia telah menghendaki sesuatu terjadi.
Setelah dewasa, Nabi Musa AS diangkat menjadi nabi dan rasul untuk menyeru Fir’aun agar beriman kepada Allah SWT. Namun Fir’aun tetap berlaku sombong dan menolak kebenaran meskipun telah diperlihatkan berbagai mukjizat.
Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Musa AS untuk membawa Bani Israil keluar dari Mesir pada malam hari. Ketika mereka dikejar oleh Fir’aun beserta bala tentaranya hingga sampai di tepi laut, Nabi Musa AS tetap meyakini pertolongan Allah SWT seraya berkata, “Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku.”
Atas perintah Allah SWT, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya ke laut hingga laut terbelah dan menjadi jalan bagi Bani Israil untuk menyeberang. Setelah Nabi Musa AS dan para pengikutnya selamat, Fir’aun beserta pasukannya tenggelam di laut.
Ustadz Teguh Priono juga menjelaskan ketika menghadapi kematian, Fir’aun baru menyatakan keimanannya. Namun taubat tersebut tidak diterima karena dilakukan setelah ia menyaksikan azab Allah SWT secara nyata.
Allah SWT kemudian menyelamatkan jasad Fir’aun agar menjadi pelajaran bagi umat manusia hingga akhir zaman.
“Kisah Nabi Musa AS merupakan kisah yang paling banyak disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai peringatan agar manusia tidak bersikap sombong dan tidak menolak kebenaran setelah datang petunjuk dari Allah SWT,” ujar Ustadz Teguh Priono.
Selain membahas kisah Nabi Musa AS, ia juga mengingatkan mengenai keutamaan bulan Muharram yang merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam dan memiliki banyak keistimewaan. Pada bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
“Puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu. Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk melaksanakan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram sebagai pembeda dengan kebiasaan kaum Yahudi,” jelasnya.
Ning S













