SEMARANG (SUARABARU.ID) — Jateng Fashion Trend (JFT) 2025 menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan industri fashion yang berkelanjutan dan berakar pada nilai budaya lokal, dengan penyelenggaraan hasil kolaborasi antara Indonesia Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter dan Renaissance Romance Wedding Expo, di Ballroom Rennaissance, Bukit Panorama Jangli Semarang, Minggu (13/7/2025).
JFT tahun ini mengangkat tema Eco Luxury, yakni perpaduan antara keanggunan busana dan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Acara diselenggarakan dalam dua sesi, dengan menghadirkan peragaan busana dari para desainer anggota IFC Semarang serta desainer senior pada sesi pertama.
Sesi kedua menjadi panggung regenerasi dan kolaborasi yang kuat dalam dunia fashion, dengan melibatkan berbagai pelaku kreatif muda dan institusi pendukung. Salah satu agenda utama dalam sesi kedua adalah presentasi dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah, yang menampilkan hasil dari program Fashion Incubation 2025: Inkubasi Desain Fesyen Busana Siap Pakai.
Ada 40 peserta terpilih—terdiri atas 20 peserta kelas desain dan 20 peserta kelas produksi—menyuguhkan koleksi bertajuk “Tiga Pusaka Jawa Tengah”, hasil dari pelatihan intensif selama 14 hari.
Program ini dibimbing langsung oleh Wignyo Rahadi, maestro tenun Indonesia, serta sejumlah mentor terkemuka seperti David Yan, Sudarna Suwarsa, Enricho Ho, dan Erika Ardianto. Dari total 110 pendaftar, peserta diseleksi secara ketat dan ditantang untuk menciptakan 20 look kolektif yang merepresentasikan kekayaan budaya dan nilai-nilai lokal.
Selain inkubasi dari BI KPw Jateng, sesi kedua juga menampilkan karya dari desainer Yunius Mujianto yang mengangkat tema “Pesona Mutiara”, menampilkan busana dengan nuansa lembut, feminin, dan penuh kemewahan.
Omah Batik Ariyanto turut memukau lewat interpretasi kontemporer terhadap tokoh wayang Drupadi, menghadirkan karya batik yang menonjolkan kekuatan dan keanggunan perempuan Jawa.
Kehadiran desainer muda seperti Ganjar Widiantoro melalui label Elegan menunjukkan kedalaman estetika dalam balutan busana malam yang tetap memuat sentuhan lokal. Sementara itu, koleksi dari Tiarahmas by Aldion Soeprijono, Zamira by Erna Juliana, dan kolaborasi menarik antara Nurul Shine x Ekkyta menyajikan busana dengan narasi kuat dan tampilan visual yang mencuri perhatian.













