SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, yang juga Ketua Karate-Do Gojukai Jawa Tengah, Dr. Hendro Dewanto resmi melantik sembilan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) sebagai Ketua Gojukai di masing-masing kabupaten/kota masa bakti 2024–2029.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Kejati Jawa Tengah, Kota Semarang ini menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara penegakan hukum dan pembinaan karakter melalui olahraga bela diri karate, khususnya Gojukai yang berakar pada nilai-nilai kedisiplinan, integritas, dan pengabdian.
Kesembilan Kajari yang dilantik adalah Chandra Saptaji (Kota Semarang), Epi Paula Numberi (Batang), Anik Anifah (Kota Pekalongan), Muib (Pemalang), Nur Ernina Sari (Kota Tegal), Wuriadhi Paraamitha (Kabupaten Tegal), Yadi Rachmat Sumaryadi (Brebes), Feni Nilasari (Kabupaten Pekalongan), dan Andung Sutranggono (Banyumas).
Mereka akan memimpin perguruan Gojukai di wilayah masing-masing, sekaligus menjadi teladan dalam membina mentalitas generasi muda melalui olahraga bela diri.
Kajati Hendro menyatakan, karate bukan sekadar olahraga fisik, tetapi juga sarana pembinaan mental yang mendalam, terutama bagi aparat penegak hukum. “Kami ingin membangun insan Adhyaksa yang tidak hanya kuat secara intelektual dan profesional, tetapi juga berkarakter, berjiwa ksatria, dan memiliki semangat sportivitas,” ujar Hendro, Sabtu (12/7/2025).
Ia menambahkan, peran Ketua Gojukai di daerah bukan hanya simbolis, tetapi diharapkan mampu menghidupkan pembinaan karate sejak usia dini, meningkatkan prestasi atlet lokal, serta menjadikan karate sebagai medium edukatif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Gojukai Indonesia, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam pesannya memberikan apresiasi atas pelantikan tersebut.
Leonard menilai keterlibatan para Kajari sebagai Ketua Gojukai di daerah dapat memberi contoh kepemimpinan yang positif serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Ini bukan hanya soal karate, ini tentang membangun karakter bangsa. Para pemimpin Gojukai di daerah harus menjadi teladan baik di dojo maupun dalam kehidupan sosial,” ujarnya.













